BLITAR – Tim pemadam kebakaran (damkar) Kabupaten Blitar tampaknya benar-benar mengencangkan ikat pinggang. Pasalnya, anggaran yang dialokasikan untuk aksi menjinakkan si jago merah ini hanya sekitar Rp 50 juta setahun. Padahal, ada puluhan peristiwa kebakaran yang ditangani sepanjang 2023.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Edy Wiyono mengungkapkan, ada 62 peristiwa kebakaran yang ditangani hingga pekan pertama Desember ini. Dia mengaku bahwa tidak banyak anggaran operasional yang disediakan pada 2023. Yakni, sekitar Rp 50 juta.
“Walaupun anggaran masih kurang, tapi pelaksanaan di lapangan yakni pemadaman, evakuasi, itu masih bisa dilakukan dengan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, dengan anggaran Rp 50 juta, idealnya hanya bisa menangani 25 peristiwa kebakaran. Itu belum termasuk operasional yang digunakan untuk evakuasi atau penyelematan yang sering dilakukan setelah ada permintaan dari masyarakat.
Seperti evakuasi ular, orang terjatuh dalam sumur, penyelamatan kucing, cincin yang tidak bisa lepas, dan sapi terperosok ke sumur. “Kalau ngomongin evakuasi atau penyelamatan, jam berapa pun kami harus siap. Jumlah permintaannya juga banyak, saya tidak bisa menjelaskan satu per satu,” ungkapnya.
Pria berkacamata tersebut menjelaskan, anggaran di bidang damkar terbagi menjadi dua. Yakni, anggaran kebakaran dan anggaran nonkebakaran.
Menurut Edy, idealnya, anggaran untuk kebutuhan kebakaran tak kurang dari Rp 170 juta. Jumlah ini belum termasuk anggaran evakuasi dan sosialisasi. “Jumlahnya itu masih kurang banget. Bahkan, pada bulan Agustus tahun ini saja ada 19 kejadian kebakaran,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, belanja pembelian BBM sekali jalan menghabiskan Rp 250 ribu. Selain itu, tiap personel yang berangkat juga mendapatkan jatah meski tidak banyak. Yakni, Rp 75 ribu per orang setiap menjalankan tugas. Namun tergantung juga pada lama tidaknya durasi pemadaman. Jika pemadaman lama, maka anggaran yang dibutuhkan juga akan bertambah.
“Itu tergantung orangnya. Untuk kebakaran kecil, kita membutuhkan 8-10 orang anggota. Sedangkan untuk kebakaran besar kita membutuhkan 40 orang. Tapi karena anggota kita terbatas, yakni sebanyak 24 orang, kita biasanya meminta back-up tim Damkar Kota Blitar untuk membantu memadamkan kebakaran besar,” terangnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan