BLITAR - Memasuki musim penghujan, ada indikasi beberpa hewan terserang penyakit. Terutama hewan sapi yang bisa terkena penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin mengungkapkan bahwa selayaknya manusia hewan juga bisa terkena penyakit ketika musim hujan.
“Musim pancaroba, perubahan suhu itu sangat berpengaruh pada hewan ternak. Biasanya itu daya tahan tubuh cenderung menurun sehingga ketika ada serangan penyakit maka akan mudah terjangkit,” jelasnya.
Dia memperkirakan satu bulan kedepan akan ada kasus-kasus hewan yang terkena Bovine Ephemeral Fever (BEF) dengan ciri demam selam tiga hari. Virus penyebab BEF ini disebabkan oleh vector nyamuk yakni Cullicoides spp, Aedes Vigitax, Culex quinquefasciatus, Culex annulirostris, Anopheline dan Culicine.
Selain itu, ada beberpa penyakit yang bisa menjakit hampir semua hewan. Seperti, demam, stres, danh perut kembung
“kalau demam tiga hari karena BEF itu hampir disemua hewan jenis ruminansia, paling sering itu terjadi pada sapi. Sedangkan stress sering terjadi pada unggas petelur, yang berakibat pada penurunan jumlah produksi,” terangnya.
Namun, ini bisa ditangkal dengan pemberian suplemen agar tubuh ternak bisa semakin kuat. Dengan cara ini, dapat meminimalisir Tingkat stress serta bisa menjaga tubuh dari serangan penyakit sehingga lebih tahan. “Biasanya peternak-peternak lama yang sudah tau dengan kondisi ini, sehingga memberikan suplemen berupa multi vitamin,” jelasnya.
Sedangkan untuk hewan jenis ruminansia, dia menghimbau agar peternak lebih meningkatkan kebersihan kendang, diinfeksi rutin, dan pemberian jejamuan.
Menurutnya, setiap tahun sering terdapat kasus Dimana hewan sapi terkena penyakit BEF. Tahun lalu diperkirakan ada sekitar 5 sampai 10 persen dari total keseluruhan populasi hewan ternakan yang ada di Kabupaten Blitar terserang penyakit BEF.
“Kami tidak tahu secara detail ya, soalnya yang menangani itu dari berbagai pihak. Ada yang praktisi mandiri dan tenaga kita. Jadi total jumlahnya kami tidak bisa memperkirakan,” ujarnya.
Namun, peternak tidak perlu khawatir. Karena resiko kematian hewan ternak karena virus ini terbilang kecil. Tanda-tanda yang ada biasanya itu panas dan tidak mau makan selam tiga hari sehira berat badan akan menurun. (mg2)
Editor : M. Subchan Abdullah