Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Rp325 Juta Bantuan PIP Belum Dicairkan, Dispendik Kota Blitar: Segera Proses Kalau Tidak Dana Akan Hangus

Mila Inka Dewi • Kamis, 28 Desember 2023 | 14:25 WIB

 

Ilustrasi pembagian pip
Ilustrasi pembagian pip

BLITAR - Ratusan siswa Kota Blitar belum mencairkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Padahal, terakhir pencairan dibatasi hingga 31 Desember.

Kepada Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri mengatakan, PIP merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan. Sekolah memberi kesempatan para wali murid untuk mendaftarkan siswanya dengan kriteria tertentu. Salah satunya terdaftar di data terpadu keluarga sejahtera (DTKS) atau data kemiskinan ekstrem.

Data tersebut akan dikirim melalui aplikasi Si Pintar. Kemudian, data diverifikasi oleh pusat untuk diteruskan ke dinas pendidikan di setiap daerah. Sistemnya, siswa mengajukan ke sekolah yang akan dihimpun oleh dispendik untuk dikirim ke pusat.

Ada usulan dari pemangku kepentingan atau dewan, jelas Jais, pencairan bantuan di bank yang sudah bekerja sama dengan pemerintah. “Siswa diharapkan bisa segera mencairkan PIP, terakhir 31 Desember. Kalau melebihi itu akan hangus. Dana bantuan akan kembali ke kas negara,” katanya kepada koran ini, kemarin (19/12).

Jais mengatakan, proses pencairan relatif lancar, tetapi ada beberapa yang belum aktivasi. Dispendik sudah membuat surat edaran dan disampaikan ke setiap sekolah yang sudah terdaftar sebagai penerima PIP untuk segera aktivasi ke bank penyalur. “Namun, ada juga yang merasa tidak mampu sehingga tidak aktivasi,” terangnya.

Sementara itu, penanganan PIP dan penyusun minat bakat, Ismiati Nanda membeberkan, bantuan PIP diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP. Nilainya berbeda setiap jenjang pendidikan. Adapun untuk jenjang SMP di Kota Blitar total penerima sebanyak 586 siswa. Total dana yang disiapkan Rp 396 juta.

“Dari jumlah tersebut, yang belum aktivasi 187 siswa dengan  total Rp 116,25 juta. Sedangkan yang sudah aktivasi ada 399 siswa dengan jumlah total Rp 279,75 juta,” paparnya.

Kemudian untuk siswa SD tercatat 1.540 siswa dengan total anggaran Rp 643,9 juta. Yang belum aktivasi mencapai 532 siswa dengan total dana Rp 209 juta, sedangkan yang sudah aktivasi 108 siswa dengan total dana Rp 434,9 juta.

Bantuan tersebut bisa dicairkan setahun sekali yakni pada semester genap. Nominalnya berbeda setiap jenjang. Untuk SD Rp 225 ribu dan Rp 450 ribu per siswa, sedangkan SMP Rp 375 ribu dan Rp 750 ribu per siswa.

Nanda mengaku usulan dari dapodik sudah tersalurkan semua. Namun, masih terkendala dari pemangku kepentingan. Sebab, usulan dari pemangku kepentingan dinas tidak bisa melacak dari aplikasi karena mereka punya user dan password sendiri.

“Kita tidak bisa melakukan pendekatan ke mereka, karena kita tidak tahu siapa tim sukses yang mengusulkan mereka untuk mendapat bantuan. Data langsung masuk door-to-door dan tidak bisa melacak,” jelasnya.

Perempuan berjilbab ini mengatakan, jumlah penerima bantuan PIP menurun dari tahun sebelumnya. Sebab, setelah adanya penelusuran di DTKS Kota Blitar, masuk kategori baik secara ekonomi. “Data ini harus sinkron antara dinsos dan dispendukcapil,” pungkasnya. (ink/c1/sub)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#pip #Dispendik #Kota Blitar