Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Buntut Temuan Bayi di Desa Maliran Kabupaten Blitar Masih Diselidiki Polisi, Dinkes Sebut Bayi dalam Kondisi Stabil

Fajar Ali Wardana • Kamis, 4 Januari 2024 | 13:00 WIB
DALAM KONDISI SEHAT: Petugas medis menggendong bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, pada 31 Desember lalu.
DALAM KONDISI SEHAT: Petugas medis menggendong bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, pada 31 Desember lalu.

BLITAR – Buntut penemuan bayi berjenis kelamin perempuan di Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, pada 31 Desember 2023 lalu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Blitar belum bisa mengambil langkah. Sebab, hal itu perlu menunggu hasil penyelidikan polisi.

Plt Kepala Dinsos Kabupaten Blitar Tavip Wiyono mengatakan, ada banyak warga Bumi Penataran yang berniat mengadopsi bayi malang itu.

Selasa (2/1/2024) dinas, warga dan pihak-pihak terkait menggelar musyawarah untuk menemukan orang tua bayi tersebut. Tentu mereka terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut.

“Selama belum ditemukan orang tua kandung, maka status bayi masih X atau tanpa identitas. Namun bila dalam waktu yang ditentukan tidak ditemukan orang tuanya, bayi tersebut menjadi anak negara,” ujar Tavip.

Dia melanjutkan, jika hasil penyelidikan polisi tak membuahkan hasil, polisi bakal menyerahkan bayi kepada dinsos. Dengan demikian, bayi secara resmi dipastikan menjadi anak negara. Sehingga kewenangannya ada di UPT Pelayanan Sosial Anak Asuhan (PSAA) Dinsos Jawa Timur yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Nantinya, bagi warga yang hendak untuk mengadopsi bayi perempuan yang ditemukan di Alas Maliran ini dapat mengajukan permohonan ke UPT PSAA. Sayangnya, hingga kini bayi belum bisa diserahkan karena polisi masih melakukan penyelidikan atas identitas orang tuanya.

“Kami mendoakan agar orang tua bayi ini dapat segera ditemukan. Namun bila tidak, ya sangat terpaksa menjadi anak negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Christine Indrawati mengatakan, saat ini kondisi bayi dipastikan stabil. Dia memastikan bayi diberi perawatan yang cukup di RSUD Srengat. Sedangkan bobot bayi yang dimaksud mencapai 3 kiogram dengan panjang 46 centimeter.

Christine menjelaskan, berdasarkan observasi yang dilakukan oleh bidan pertama yang menangani, diperkirakan bayi lahir beberapa jam sebelum ditemukan. Dugan ini muncul begitu petugas mendapati tali pusar sepanjang 20 centimeter yang belum dipotong.

“Kami pastikan kondisi bayi ini sehat. Saat ini diberikan susu formula dan akan dipantau terus kondisi kesehatannya,” pungkasnya. (jar/dit)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#adopsi #Kabupaten Blitar #penelantaran anak #Bayi terlantar