Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Meydina Dyning Pertiwi Ajak Warga Blitar Membuat Merchandise dari Seni Painting, Melukis Itu Mudah, tapi Banyak yang Kurang Percaya Diri

Agus Muhaimin • Selasa, 16 Januari 2024 | 17:28 WIB
BERBAGI: Meydina Dyning Pertiwi sedang mengisi workshop melukis di sebuah gelas beberapa bulan lalu.
BERBAGI: Meydina Dyning Pertiwi sedang mengisi workshop melukis di sebuah gelas beberapa bulan lalu.

 

 

BLITAR - Jarang sekali di Blitar ditemukan kegiatan workshop seni rupa. Menariknya, kegiatan belajar seni rupa ini menghasilkan buah tangan yang dapat dipajang di rumah dan bisa menjadi modal membuat usaha.

Tokoh dibalik kegiatan itu, ada Meydina Dyning Pertiwi perempuan asal Kota Malang yang mengisi workshop di Kota Blitar. Dia diajak oleh temannya yang ternyata merupakan salah seorang pemilik kafe yang ada di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar. Karena dia merupakan seniman yang aktif dalam penjualan produk marchandise dibungkus dengan karya seni bernilai tinggi.

“Saya mengisi workshop masih akan kedua kali ini mengisi workshop di Boom Cafe. Workshop pertama dilakukan pada November 2023 lalu. Syukurnya yang datang hampir memenuhi kuota yang disediakan. Ada 8 kursi, dan yang hadir saat itu ada 7 orang,” ujar Meydina.

Dia melanjutkan, basic workshop yang dilakukannya berfokus pada painting atau melukis dan ilustrasi. Sehingga memang tidak murni belajar dalam pembuatan kerajinan tangan. Sebab, latar belakang pendidikan dari Meydina dari jurusan desain komunikasi visual (DKV), yang memang banyak pembelajaran seni visual di dalamnya.

Saat workshop pertama itu, peserta diajak belajar terkait pottery painting atau melukis pada gelas mug. Semua peserta yang tertarik workshop ini, perempuan yang pekerjaanya merupakan ibu rumah tangga, mahasiswa dan beberapa dari komunitas.

“Sebenarnya untuk melukis di gelas mug bagi saya mudah. Karena tidak menjadikan beban untuk semua orang dan karya semua orang itu bagus. Hasil karya tiap personal itu unik karena memiliki ciri khas,” ungkapnya.

Meskipun begitu, banyak orang yang masih belum percaya diri dengan kemampuan melukisnya. Sehingga menganggap karya seninya jelek. Padahal di mata orang lain belum tentu dinilai hal yang sama bahkan bisa juga lebih baik.

Peserta cukup menikmati workshop yang diisi oleh Meydina. Padahal, kegiatan ini tidak bisa diikuti dengan cuma-cuma. Ada biaya yang harus dikeluarkan peserta. Maklum saja, semua bahan untuk workshop kesenian ini disediakan oleh Meydina.

Sedangkan untuk workshop yang kedua pada 16 Januari ini, peserta diajak untuk membuat buah tangan dalam bentuk flowers and cut painting on clay atau membuat gantungan kunci berlukisan bunga dengan memakai bahan tanah liat. Workshop ini juga toidak gratis. Ratusan ribu harus dikeluarkan peserta.

Baca Juga: Cara Jeng Arum Maknai Seni Tari, Sebagai Bentuk Kontrol Diri

“Saya sempat ngajak ngobrol peserta yang ikut workshop saya di Blitar. Beberapa anak sekolah dan ibu rumah tangga, tertarik ikut karena ingin ada kesibukan yang bermanfat. Selain itu, ingin belajar sesuatu yang unik,” terang Meydina.

Perempuan 26 tahun ini berharap kepada peserta yang ikut workshop dapat mendapatkan ilmu darinya. Selain itu, dia lebih senang bila ada peserta yang dapat membuat usaha kerajinan tangan atau kesenian, usai hadir dalam workshopnya. (*/hai)

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Seni lukis #workshop seni #Kota Blitar