Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Potensi Ekspor di Kabupaten Blitar Terganjal Standarisasi, Tahun Lalu Hanya Ada 15 Eksportir

Mohammad Syafi'uddin • Rabu, 17 Januari 2024 | 18:28 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

BLITAR – Ada berbagai komoditas di Kabupaten Blitar yang berpotensi dipasarkan ke pasar luar negeri. Sayang, belum semua pelaku usaha sadar akan pentingnya standarisasi barang yang bisa diekspor. Buktinya, di sepanjang tahun lalu hanya ada sekitar 15 pelaku usaha yang melakukan ekspansi atau ekspor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi mengatakan bahwa komoditas di Bumi Penataran terbilang menjanjikan. Salah satunya adalah brown sugar alias gula merah yang berasal dari pohon kelapa. Namun sampai saat ini belum ada “pemain” ekspor di komoditas ini. Menurutnya, sedikitnya masyarakat yang paham akan dunia ekspor menjadi salah satu kendala dari sekian banyak lika-liku dunia ekspor.

“Bahkan yang sering menjadi dilema dalam dunia ekspor yaitu dari sisi pelaku usaha yang memiliki barang kurang bagus. Selain itu, barang-barang yang dimiliki kurang sesuai dengan permintaan buyer (pembeli, Red),” akunya.

Sedangkan, ada beberapa komoditas yang cukup diminati pasar internasional di tahun lalu. Seperti halnya kerajinan kendang jimbe. Bahkan dia mengungkapkan dari tahun ketahun ada peningkatan. “Sebenarnya dari tahun ke tahun dunia ekspor Blitar ini meningkat,” ujarnya.

Pada 2021, nilai ekspor dari Kabupaten Blitar mencapai sekitar Rp 7 miliar, meningkat menjadi Rp 8 miliar pada 2022, dan pada 2023 jumlahnya meningkat menjadi sekitar Rp 23 miliar. Kenaikan ini didominasi oleh komoditas kerajinan tangan. Yakni kendang jimbe yang dikirim ke negeri tirai bambu, Cina. “Kenaikan permintaan di Cina sangat tinggi. Bahkan peningkatan hampir mencapai 150 persen,” lanjutnya.

Jumlah di atas, kata Darmadi, baru data yang tercatat atau terdata oleh dinas. Sebab, dimungkinkan ada beberapa komoditas yang diekspor namun belum masuk ke dalam data Disperindag. “Bisa jadi ada yang tidak tercatat. Biasanya pengusaha yang menitipkan barangnya ke pihak lain. Makanya tidak terdekteksi dan jumlahnya itu juga tidak banyak,” ungkapnya.

Kendang jimbe bukan satu-satunya komoditas asal Bumi Penataran yang bisa menembus pasar internasional. Komoditas lain seperti ikan koi, kopi green bean, tanaman hias, keripik singkong rasa gadung, furnitur dan kerajinan tangan, cocoa powder (bubuk coklat, Red), kain batik, bros, dan jajanan tradisional madu mongso.

Beberapa negara yang selama ini jadi tujuan ekspor dari Kabupaten Blitar antara lain, Amerika Serikat, Cina, Korea Selatan, Hongkong, Singapura, Taiwan, Brunei Darussalam, Belanda, Australia, Arab Saudi, Malaysia dan Itali. “Karena Blitar terkenal dengan ikan koi. Ada juga yang ekspor dan dikirim ke Itali dan Malaysia,” terangnya. (mg2/dit)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #standarisasi #potensi ekspor