BLITAR – Belanja bahan bakar minyak (BBM) untuk tenaga truk pengangkut sampah di Kabupaten Blitar cukup fantastis. Dalam satu tahun, hampir Rp 1 miliar anggaran daerah dikeluarkan untuk mobilitas persampahan ini.
Subkoordinator Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Masna Karimah menjelaskan, belanja BBM untuk pengangkutan sampah menelan anggaran sekitar Rp 600 juta hingga Rp 800 juta. Totalnya ada delapan truk sampak yang beroperasi.
“Jumlah itu merupakan biaya yang dipergunakan untuk mengangkut sampah dan bolak-balik dua kali. Padahal seharusnya itu tiga kali sehari, tapi anggaranya terbatas,” ujarnya.
Selain anggaran terbatas, ada beberapa problem lain dalam pengelolaan persampahan ini. Yakni, sebagian kedaraan sudah uzur dan tidak bisa dimanfaatkan secara optimal.
Selain armada persampahan, pemerintah daerah juga harus menghitung belanja BBM untuk armada lain di DLH.
Misalnya, skylift dan truk yang dipergunakan untuk pemangkasan pohon. Jika kendaraan ini juga terhitung, diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp 900 juta.
Kendati demikian, Masna bersyukur tahun ini tidak ada pemangkasan anggaran. Padahal, alokasi anggaran beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terpotong untuk mencukupi kepentingan Pemilu 2024.
“Kalau secara umum itu sama, kami (DLH, Red) juga mengalami pengurangan. Namun untuk pengangkutan sampah ini, kita meminta agar diprioritaskan, jangan sampai dikurangi.
Khususnya dalam pembelian BBM untuk trasportasi. Atas hal ini, pengurangan berada di bidang yang lain,” terangnya. (mg2/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila