Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harga Beras Lokal di Nglegok Kabupaten Blitar Naik, Pedagang Sembako Ungkap Hingga Tembus Rp 15 Ribu

Mohammad Syafi'uddin • Rabu, 21 Februari 2024 | 19:35 WIB

 

ANTRE: Seorang pedagang sedang melayani pembeli.
ANTRE: Seorang pedagang sedang melayani pembeli.

BLITAR - Jelang puasa, harga beras di Kabupaten Blitar kembali merangkak naik. Tak tanggung-tanggung, kenaikan tersebut mencapai Rp 4 ribu per kilogram (kg). Padahal, stok masih terpantau aman alias tidak ada kelangkaan beras.

Salah satu pedagang sembako asal Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Masnut, menjelaskan bahwa akhir-akhir ini harga beras memang naik. Beras biasa yang semula Rp 11 ribu per kg, kini menjadi Rp 15.500 per kg.

“Itu untuk beras lokal atau biasa. Sedangkan untuk beras kemasan atau premium, saya menjual Rp 16 ribu per kg,” ujarnya.

Pria paro baya ini mengungkapkan bahwa harga beras kemasan merek koi kini sudah mencapai Rp 80 ribu per 5 kg.  “Karena beras premium sudah berangsur-angsur naik, kami sekarang fokus menjual beras biasa. Beras hasil selipan petani lokal. Untuk beras premium, kami hanya stok sedikit,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pada September tahun lalu harga beras biasa berkisar sekitar Rp 12 ribu per kg. Namun perlahan harga ini mengalami kenaikan, hingga akhirnya harga beras bertengger di Rp 15.500. “Kenaikannya itu tidak bisa ditebak. Namun seminggu terakhir ini harganya tetap,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan pedagang sembako asal Desa Sumber, Fike Maria . Dia menjelaskan bahwa harga beras premium kini masih di kisaran Rp 74 ribu hingga Rp 78 ribu per kg. “Akhir-akhir ini memang ada kenaikan harga,” ujar perempuan 50 tahunan itu.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar Darmadi mengungkapkan, stok beras di pasar sebenarnya masih tercukupi. Menurutnya, kenaikan ini ada hubungannya dengan momen hari raya keagamaan.

“Kenaikan harga beras ini tidak hanya di Kabupaten Blitar saja. Namun, di seluruh Indonesia juga mengalami kenaikan. Tapi untuk detailnya, kami kurang tau, soalnya yang menyuplai itu Bulog,” jelasnya.

Dari data yang dimiliki disperindag, harga beras saat ini berkisar antara Rp 76 ribu hingga Rp 80 ribu. Padahal sebelumnya, harga beras lokal sekitar Rp 60 ribu per 5 kg.

Sayangnya, saat ini pemerintah belum memiliki anggaran untuk menekan atau menstabilkan harga beras. Biasanya, operasi pasar atau kegiatan lainnya ada saat Ramadan.

“Untuk menstabilkan harga itu, Bulog juga perlu andil. Namun, saya pastikan bahwa stok beras di lapangan masih banyak. Adanya kenaikan ini, kami masih belum tahu disebabkan oleh apa. Dugaannya ya itu tadi, karena mendekati puasa,” jelasnya. (mg2/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar