BLITAR - Putaran kedua imunisasi Sub PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Polio di Bumi Bung Karno sudah berakhir pada akhir Februari lalu. Namun, masih ada sebagian anak yang belum mengikuti program nasional ini, bahkan sejak putaran pertama.
Salah seorang warga Kecamatan Sananawetan menyebut bahwa anaknya belum mengikuti imunisasi. Selain karena kondisi kesehatan anak yang belum prima, dia khawatir muncul gejala kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).
"Khawatir aja, hanya khawatir. Bukan yang berlebihan. Tapi anak memang tidak ikut, juga karena sakit," ujar perempuan ibu rumah tangga yang enggan disebut namanya ini.
Berbeda dengan seorang warga Kecamatan Kepanjenkidul. Ibu rumah tangga berusia 32 tahun ini mengaku antusias mengikuti vaksinasi. Menurutnya, program tersebut melindungi anak dari potensi virus pemicu polio. "Kalau saya, anak saya ikutkan. Karena pasti aman kan, sebagai pelindung imunitas anak," paparnya.
Sekadar diketahui, pada tahap pertama, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar memetakan sasaran penerima Sub PIN Polio mencapai 19.758 anak. Dari jumlah itu, sebanyak 237 anak belum mengikuti imunisasi. Dengan begitu, anak di Kota Blitar yang telah menerima imunisasi sebanyak 19.521 anak.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kota Blitar, dr Dissie Laksmonowati Arlini, membenarkan bahwa masih ada sebagian anak belum vaksin. Itu terdeteksi ketika pihaknya melakukan rapat evaluasi bersama kader kesehatan di kelurahan, kecamatan, hingga puskesmas.
"Sekitar 1,1 persen yang belum (imunisasi). Ada anak yang pada pelaksanaan tidak di tempat. Ada kegiatan di luar kota, atau sakit. Orang tua juga lupa, jadi terlewat," katanya, kemarin (26/2).
Terkait kekhawatiran potensi KIPI, pihaknya turut menyadari. Menurut dia, gejala yang timbul akibat imunisasi adalah lumrah. Itu merupakan bentuk reaksi alami tubuh untuk membentuk kekebalan.
"Kami paham. Tapi harus disampaikan pula bahwa penyakit polio yang kemudian dilakukan Sub PIN ini, tidak ada obatnya. Bisa dicegah hanya dengan imunisasi ini," paparnya.
Sesuai data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), capaian imunisasi pada putaran pertama Kota Blitar mencapai 117 persen, sedangkan sasaran riil sekira 98,9 persen.
Jumlah ini sudah melampaui target minimal yang ditetapkan oleh komite imunisasi nasional yakni 95 persen.
Adapun jumlah KIPI terdeteksi pada 20 anak gejala nonserius yang mendapat rawat jalan. Kemudian, dua anak mengalami KIPI serius hingga opname. Namun, kondisi puluhan anak itu sudah pulih.
"Masih ada jadwal susulan pada pekan ini. Kami mengimbau masyarakat bisa mengajak putra-putrinya vaksin," tandasnya. (luk/c1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila