BLITAR - Kemenag Kabupaten Blitar mencatat 869 calon jamaah haji (CJH) yang melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) pada tahap I. Namun ada 7 CJH yang mengalami gagal sistem sehingga harus melakukan pelunasan pada tahap II.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kabupaten Blitar Hamim Tohari mengatakan untuk CJH yang berhasil pelunasan tahap I sebanyak 869 orang. Meskipun begitu, ada 7CJH yang gagal sistem karena gangguan jaringan dan pembayarannya mendekati deadline.
“Jadi ada 4 CJH yang mengalami gagal sistem karena gangguan jaringan sehingga status istitaahnya masih tertahan. Selain itu, ada 3 CJH yang melakukan pelunasan mepet waktu dengan jam kerja bank yakni pukul 14.50 WIB,” ujar Hamim.
Dia melanjutkan, CJH yang mengalami server bermasalah ketika pembayaran. Karena ternyata ketika dilakukan entry sudah terlewat deadline. Itu bisa dinamakan gagal sistem dan dapat melakukan pembayaran pada tahap II.
Untuk 3 CJH lain, status istitaahnya tertahan oleh sistem Siskohatkes. Bahkan ketika dilakukan entry tidak bisa hingga waktu deadline.
Maka dari itu, CJH yang gagal sistem ini diberi kesempatan untuk melunasi BIPIH pada tahap II. Namun syaratnya Kemenag Kabupaten Blitar harus berkirim surat yang berisi nama-nama untuk dikirimkan ke Kanwil Kemenag Jatim agar diberi kesempatan pelunasan pada tahap II.
“7 CJH yang belum mendapatkan status istitaah harus menunggu dulu sampai 12 Maret. Nanti 4 CJH kalau sudah istitaah bisa melakukan pelunasan. Sedangkan 3 CJH ini gagal sistem, menunggu dibukanya jaringan bank dan statusnya otomatis sudah lunas BIPIH,” ungkapnya.
Total CJH yang akan melakukan pembayaran BIPIH tahap II, tercatat 61 orang. Dalam tahap II ini, ada kategori CJH gagal sistem, CJH pendamping lansia, disabilitas dan penggabung mahrom yang melakukan pelunasan.
Terdata ada 54 CJH pendamping dan penggabung mahrom dan 7 tambahan CJH gagal sistem. Mereka berhak melakukan pelunasan pada tahap 2 mulai 12-25 Maret.
Untuk persiapan lainnya, Hamim menyebut Kemenag Kabupaten Blitar sudah melakukan pengiriman paspor ke Kemenag Kanwil Jatim untuk dimintakan visa. Karena proses bio visa sudah dilakukan, langsung integrasi dengan server haji di Arab Saudi.
“Ketika proses bio visa kemarin, diminta paspor asli CJH untuk dimintakan visa ke Jakarta. Sekarang dipersiapkan jauh hari dan visa untuk CJH sudah aman 90 persen,” pungkasnya. (jar/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila