Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Owner Produksi Jenang di Blitar Edukasi Masyarakat dengan Lestarikan Makanan Para Raja Jawa, Begini Ceritanya

Muhamad Ilham Baha’udin • Minggu, 12 Mei 2024 | 23:00 WIB

HENDRI CHRISTIAWAN, pemilik omah jenang
HENDRI CHRISTIAWAN, pemilik omah jenang

BLITAR - MAKANAN jenang merupakan jajanan nusantara yang masih eksis di masa kini. Jajanan ini bisa dinikmati segala kalangan dari kecil hingga dewasa.

Dengan potensi tersebut, selain bisa jadi ladang lapangan pekerjaan serta untuk melestarikan warisan nenek moyang.

“Sejak 2003 saya sudah memegang brand omah Jenang, kakak dan adik juga memiliki brand sendiri,” terang owner Omah Jenang, Hendri Christiawan.

Chinyo, sapaan akrabnya, menjelaskan sengaja memilih usaha jenang sebagai upaya untuk melestarikan dan mewariskan jajanan tradisional Indonesia bagi generesi selanjutnya.

Tentu ketika membuka usaha perlu inovasi. Termasuk di tempatnya sebagai wisata edukasi proses pembuatan jenang mulai dari pemarutan kelapa, pengambilan santan, proses pengadukan jenang, hingga tahap packing. 

“Wisata edukasi yang dibuka pada tahun 2014 itu sering dikunjungi mulai dari anak-anak sekolah hingga dewasa,” katanya. 

Baca Juga: Jelang Lebaran, Makanan Khas Ini Tetap Jadi Buruan Warga di Blitar, Tetap Bertahan di Era Modern

Selain memiliki edukasi juga membuka pelatihan khusus pembuatan jajanan tradisional termasuk wajik klethik, berbagai olahan singkong dan pisang, bahkan bisa belajar membatik dan kerajinan. 

“Para pengunjung mendapatkan ilmu untuk pembuatan jenang, wisata edukasi ini juga mendapatkan pengetahuan seputar manajemen usaha hingga pemasaran,” tandasnya.

Dia mengaku tetap optimis dengan perkembangan bisnis kedepan. Jenang tetap mampu bertahan melihat sejarahnya yang merupakan makanan para raja Jawa. 

Baca Juga: Cerita Waras, Generasi Kedua Kuliner Kembang Tahu di Blitar, Belajar Dari Sang Bapak, Konsisten Harga dan Rasa Demi Pelanggan

Asalkan, mampu menjaga kualitas, bisa mengikuti perubahan zaman mulai dari sistem pemasaran hingga pengemasan, dan terpenting berani membuka edukasi.

“Karena dengan adanya edukasi inilah yang nantinya memperkenalkan.

Bahkan ketika ada event saya tidak segan-segan membawa alat dan bahan serta edukasi on the spot,” ujarnya. (mg1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Jenang #tradisional #blitar #jajanan nusantara