BLITAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar sosialisasikan peran perempuan di berbagai bidang melalui kegiatan Ladies Program, di Gedung Kusuma Wicitra, Jumat (12/7/2024). Hal tersebut guna meningkatkan kualitas para perempuan yang terjun dalam pemerintahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Blitar Ny Fety Wulandari Santoso, Ketua TP PKK dari seluruh daerah peserta Rakerkomwil IV Apeksi beserta jajaran, ibu-ibu kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Blitar, Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kota Blitar, Ketua Dharma Wanita Kota Blitar, serta OPD terkait.
Tampil pertunjukan tari dan gelaran fashion show kolaborasi dari OPD, PKK, GOW, dan Dharma Wanita yang memukau seluruh peserta kegiatan.
Pembukaan kegiatan berjalan dengan meriah. Selain itu, tampak gelaran pameran UMKM asli Kota Blitar yang menyedot atensi para peserta.
Ketua TP PKK Kota Blitar, Ny Fety Wulandari Santoso, memberikan apresiasi yang luar biasa dalam kegiatan tersebut.
Dia mengungkapkan, para hadirin sebelumnya telah diajak berkeliling ke berbagai tempat wisata di Kota Blitar.
“Luar biasa. Setelah city tour tadi, kita langsung kegiatan Ladies Program ini. Melalui kegiatan ini, selain menambah wawasan keilmuan, juga untuk mendongkrak peran perempuan dalam bidang pemerintahan,” ungkapnya.
Menurut dia, melalui pengenalan wisata di Kota Blitar, bazar UMKM, dan gelaran fashion show produk batik, dapat menjadi sarana pengenalan budaya lokal pada peserta Asosisasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).
Dia berharap UMKM asli Blitar melalui rangkaian kegiatan ini dapat lebih dikenal, khususnya pada daerah peserta Rakerkomwil IV Apeksi.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas P3AP2KB Kota Blitar, drg Moh. Agus Saptoni menuturkan, kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian program Rakerkomwil IV Apeksi ini sebagai salah satu pengenalan produk Kota Blitar. Baik berupa tekstil, suvenir, dan jajanan.
“Kebetulan tahun ini Kota Blitar jadi tuan rumah Apeksi. Nah, karena dalam kegiatan Ladies Program ini pesertanya istri-istri kepala daerah beserta jajaran, tentu potensi UMKM ini diborong sebagai oleh-oleh dan nantinya order lagi,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, gelaran fashion show batik khas Kota Blitar hasil dari UMKM yang telah tembus pasar internasional.
Tak hanya dipertontonkan, para peserta juga berkesempatan mendapatkan pakaian batik ini di stan yang telah disediakan. Dengan begitu, hal ini dimaksudkan untuk mendorong produk UMKM dikenal lebih luas. (mg1/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila