BLITAR - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupetan Blitar menyiapkan anggaran Rp 16 miliar (M) untuk puluhan titik drainase dan jalan yang kini sedang digarap. Jumlah itu menurun dibandingkan anggaran tahun lalu yakni berkisar Rp 40 M.
Kabid Pengembangan Kawasan Permukiman Disperkimtan Kabupaten Blitar, Arief Djaelani mengatakan, tahun ini ada 46 titik drainase dan 30 titik jalan yang dikerjakan.
Kedua infrastruktur itu mengalami pemangkasan anggaran dan jumlah yang dikerjakan daripada tahun lalu.
“Tahun ini anggaran memang berkurang karena Pemkab Blitar memprioritaskan dananya pada pemilu dan pilkada. Meskipun begitu, kami kerjakan dengan maksimal untuk infrastruktur jalan dan drainase,” ujar Arief.
Dia melanjutkan, puluhan infrastruktur itu tersebar pada delapan kecamatan, di antaranya Kanigoro, Wlingi, Nglegok, Kademangan, Srengat, dan Talun.
Terbanyak dikerjakan pada Kecamatan Kanigoro sebagai pusat pemerintahan. Usai perubahan APBD, dimungkinkan akan ditambah lagi pada kecamatan lain.
Saat ini, proses untuk pengerjakan drainase masih 30 persen karena baru digarap pada Juni lalu.
Lalu, proses untuk infrastruktur jalan masih 25 persen dari 30 titik yang direncanakan disperkimtan. Semua infrastruktur itu ditargetkan dapat selesai pengerjaannya pada akhir September mendatang.
Namun, beberapa pengerjaannya sempat terjadi kendala pada pengadaan barang sehingga tertunda proses pembangunannya.
Yang awalnya ditarget selesai pada Agustus, harus diundur sebulan dalam mengerjakan infrastruktur. Arief optimistis infrastruktur yang dikerjakan oleh disperkimtan dapat selesai tepat waktu.
“Untuk infrastruktur jalan hanya ada tiga titik yang dilakukan pengerjaan beton karena prosesnya lama. Ada juga paving, Lapen, dan delapan lokasi yang dilakukan hotmix. Rata-rata tiap titik anggarannya mencapai Rp 150 juta hingga Rp 300 juta,” ungkapnya.
Dia mengakui anggaran untuk infrastruktur jalan memang tidak banyak. Butuh sekitar Rp 6 M untuk mengerjakan 30 titik lokasi pembangunan jalan.
Itu karena pembangunan jalan yang dikerjakan hanya ratusan meter saja sehingga memang tidak panjang. (jar/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila