Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sumbang Angka Kematian di Kabupaten Blitar, Direktur RSUD Ngudi Waluyo: Penyakit Kanker Bisa Dicegah Lewat Deteksi Dini

Mohammad Syafi'uddin • Selasa, 17 September 2024 | 19:00 WIB
dr ENDAH WORO UTAMI Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
dr ENDAH WORO UTAMI Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

BLITAR - Kanker masih menjadi penyumbang kematian nomor dua terbesar di Kabupaten Blitar. Parahnya, jumlah pasien penderita kelainan sel ini cenderung bertambah tiap tahun.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami menjelaskan bahwa kasus kanker di tiap daerah tidak jauh berbeda. Di Kabupaten Blitar, ada beberapa jenis kanker yang sering terdeteksi.

Seperti kanker payudara dan kanker serviks yang menyerang perempuan, dan kanker paru-paru yang dominan menyerang kaum Adam.

“Dari tahun ke tahun kasus kanker cenderung bertambah. Ini cukup mengkhawatirkan, karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam pencegahan dini,” terangnya.

Menurut Endah Woro, maraknya penderita kanker ini disebabkan oleh pola hidup yang kurang sehat.

Ditambah minimnya olahraga, sering minum alkohol, merokok, dan makan makanan yang memiliki kandungan kimia berlebih. Pada beberapa kasus, kanker juga dipicu oleh obesitas.

Selain pola hidup yang kurang sehat, ada beberapa kasus penularan kanker secara genetik. Maksudnya, penyakit tersebut merupakan warisan pihak keluarga yang pernah atau memiliki kanker.

“Merokok itu bahaya, ini berlaku tidak hanya untuk perokok aktif. Perokok pasif yang hanya menghirup udara rokok juga bisa ikut tercermar dan mengakibatkan kanker paru-paru. Makanya di beberapa lokasi dilarang merokok di tempat umum,” jelasnya.

Untuk menghindari semakin banyaknya penderita kanker di Kabupaten Blitar, pihaknya menyarakan agar masyarakat rutin melakukan cek kesehatan dengan pendeteksian sejak dini.

Terutama bagi warga yang sudah berusia 30 tahun ke atas. Pasalnya, tak sedikit penyakit tersebut diketahui ketika sudah mencapai stadium lanjut.

“Munculnya sel kanker itu bisa tahunan biasanya terlihat di usai 40-an. Sehingga memerlukan pengecekan sedari dini agar segera terdeteksi. Terutama ketika merasa ada benjolan, sakit atau nyeri di salah satu bagian tubuh. Ini perlu pemeriksaan, jangan di diagnosis sendiri,” terangnya.

Tidak hanya itu, merubah pola hidup juga bisa membantu atau menghindari kanker. Misalnya mengatur pola makan yang sehat dan olahraga rutin agar badan tetap sehat.

Sedangkan untuk keluarga yang memiliki riwayat kanker, ada baiknya melakukan pemeriksaan sejak dini agar bisa segera tertangani jika ada gejala atau sel kanker dalam tubuh.

“Sebenarnya pencegahan dini itu penting. Soalnya jika dirasa ada keluhan, sebenarnya itu sudah terlambat. Jika ditemukan masih kecil, itu bisa segera di kemoterapi dan kemungkinan sembuhnya lebih tinggi. Soalnya sejauh ini yang tertangani rata-rata sudah stadium tinggi dan itu terlambat,” ungkapnya. (mg2/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kanker #Kabupaten Blitar #penyakit mematikan