BLITAR - Kelangkaan LPG 3 Kg di beberapa daerah di Blitar nyatanya masih belum terlalu bardampak pada sektor usaha.
Jika tabung ijo ini langka dan harga naik, niscaya pengurangan produk atau keterlambatan produksi pasti terjadi demi tetap bisa bertahan.
Ketua Asosiasi Usaha Mikro (ASUMI) Kota Blitar, Priyowidigdo mengungkapkan bahwa kelangkaan LPG 3 Kg masih belum berdampak bagi UMKM.
Bahkan, dia mengungkapkan para pengusaha kini sudah memiliki cara tersendiri untuk memenuhi kebutuhanya.
“Mereka sudah memiliki pelanggan sendiri, sudah pesan. Tetapi kebutuhan tabung ini tidak banyak, mungkin sekitar dua atau tiga tabung. Jadi masih dapat sisa,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa kelangkaan ini hanya terjadi di masyarakat biasa. Sedangkan lingkungan usaha tidak merasakan dampak signifikan. Sehingga aktivitas produksi dan perdagangan masih bisa tetap berjalan.
Digdo menyebut sekitar 80 pengusaha kecil masih bisa melakukan usaha seperti biasa tanpa mengalami hambatan yang cukup besar.
Hal itu diketahui dari grup media sosial yang ada di Kota Blitar yang relatif adem hingga kini.
“Sampai detik ini masih aman. Bahkan di grup saja tidak ada yang mengeluh kesulitan cari LPG. Saya juga punya koordinator di semua kelurahan yang memikirkan semua UMKM di seluruh kota Blitar. Jadi jika ada keluhan dari UMKM saya pasti tahu,” ungkapnya.
Dari puluhan pengusaha tersebut, mereka merupakan pengusaha kecil yang selalu mengandalkan tabung mini untuk kebutuhan memasak.
Alasanya penggunaan LPG 3 Kg sebagai kebutuhan sehari-hari masih dirasa cukup. Terlebih, jika membeli LPG yang berukuran besar masih belum mampu.
Digdo juga mengetahui bahwa ada beberapa daerah yang mengalami kelangkaan. Seperti di daerah Tulungagung yang masih mengalami kesulitan untuk mencari.
Kendati begitu, pihaknya memastikan kondisi tersebut tidak atau belum terjadi di Kota Blitar. (mg2/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila