BLITAR - Kesenian Jaranan Jur dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) milik Kabupaten Blitar.
Hal itu tidak gampang lantaran pemerintah harus mampu membuktikan otentifikasi kesenian ini. Rencananya, tahun depan ada kesenian lain yang diajukan WBTB.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso mengatakan, jalan panjang harus dilalui agar Jaranan Jur ditetapkan sebagai WBTB.
Butuh beberapa tahun bagi Kabupaten Blitar untuk mendapatkan hak paten atas seni yang juga dikenal di beberapa daerah tersebut.
“Berdasarkan berbagai data dan naskah pendukung akademik yang dimiliki, ternyata seni Jaranan Jur ini berasal dari daerah Ngasinan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan. Bahkan masih ada penerus kesenian ini,” ujar Suhendro saat ditemui beberapa waktu lalu.
Dia tidak menyebutkan lengkap waktu kesenian Jaranan Jur ini ada di Bumi Penataran. Namun, ada bukti otentik yakni naskah akademis disertai penelitian daerah Ngasinan yang kali pertama memulai seni Jaranan Jur. Meskipun, kesenian itu juga dikenal luas oleh sejumlah daerah di Jawa Timur.
Penobatan WBTB pada Jaranan Jur ini menjadi salah satu senjata untuk menarik pengunjung wisata budaya di Indonesia.
Tentu harus dibarengi dengan acara kebudayaan yang menyertai kesenian ini. Selain itu, harus ada generasi penerus agar kesenian ini tetap lestari.
“WBTB ini menunjukkan kepada masyarakat Indonesia bahwa Jaranan Jur yang begitu hebat asalnya dari Blitar. Tentu bagi kami menjadi kebanggaan, sekaligus ada tanggung jawab besar untuk mengembangkan kesenian ini,” ungkapnya.
Hendro menambahkan, ada daerah lain yang juga mengeklaim sebagai tempat pertama asal muasal jaranan Jur.
Namun, dukungan naskah dan dokumen sejarah menjadikan Jaranan Jur milik Kabupaten Blitar.
Tidak hanya itu, banyaknya WBTB yang didapatkan oleh Kabupaten Blitar ini membuktikan moto Blitar Land of Kings menjadi sumber inspirasi dan semangat dalam meraih predikat itu.
Selain itu, di dukung adanya faktor sejarah yang membuat beberapa budaya dan kesenian meraih WBTB.
“Tahun depan kami merencanakan kesenian Barongan Kucingan bisa mendapatkan WBTB, tapi masih kami siapkan. Tentu bersaing dengan daerah lain,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila