BLITAR - Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Blitar terus meluas. Saat ini, ada 15 desa di enam kecamatan yang membutuhkan dukungan air dari pemerintah.
Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ivong Berttryanto mengatakan ada belasan desa yang mengalami kekeringan.
Dua belas desa di antaranya sudah rutin menerima kiriman air, sedangkan tiga desa lainnya masih proses asesmen pemerintah.
“Ada tiga desa yang baru mengajukan. Di antaranya, Desa Margomulyo, Panggungrejo, dan Ngadipuro, Kecamatan Panggungrejo. Di desa-desa yang baru mengajukan ini kami berikan bantuan dua tandon air portabel untuk pos pengirimannya,” ujar Ivong.
Sebanyak 12 desa yang mengalami krisis air bersih yang mendapat kiriman air secara rutin yaitu Desa Dawuhan di Kecamatan Kademangan; Desa Ngeni dan Desa Wonotirto di Kecamatan Wonotirto; Desa Sumberkembar dan Desa Salamrejo di Kecamatan Binangun; Desa Bacem di Kecamatan Sutojayan; serta Desa Tugurejo di Kecamatan Wates. Lalu, Desa Kaligambir, Desa Kalitengah, Desa Sumberagung, Desa Serang, dan Desa Balerejo di Kecamatan Panggungrejo.
Total saat ini ada 1.692 kepala keluarga di 12 desa yang kesulitan mendapatkan air bersih. Setiap hari, BPBD memasok 18 ribu liter air untuk kebutuhan dapur dan bersih diri tersebut.
"Distribusi air bersih kepada warga terdampak bencana kekeringan, kami sistem bergantian. Karena anggaran terbatas dan armada yang dimiliki hanya tiga tangki. Sampai sekarang, kami sudah mendistribusikan 312.026 liter air bersih ke warga," ungkapnya.
Ivong menyebut kekeringan di wilayah Kabupaten Blitar sudah terjadi sejak awal Juli 2024. Saat itu juga BPBD mulai melakukan distribusi air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.
Kekeringan yang kini dirasakan oleh masyarakat Blitar Selatan ini hampir menjadi kebiasaan saat kemarau panjang.
Dimungkinkan, kekeringan tahun ini lebih lama daripada tahun lalu. BPBD menunggu tambahan anggaran dari APBD perubahan untuk melakukan dropping air bersih.
Baca Juga: Hasil Pleno Tertutup, Rizky dan Rindu Resmi Jadi Paslon di Pilkada 2024 Kabupaten Blitar
"Awalnya hanya ada dua desa yang mengalami bencana kekeringan dampak kemarau panjang. Sekarang, jumlahnya terus bertambah menjadi 12 desa yang mengalami bencana kekeringan," pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila