BLITAR – Di balik manisnya gula kelapa yang sering kita nikmati, tersimpan kisah inspiratif para penderes yang gigih meneruskan usaha turun temurun.
Salah satunya adalah Gio, warga RT 02 RW 01 Dusun Langkapan, Desa Maron, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, yang telah menekuni pekerjaan tersebut sejak tahun 2000.
Baca Juga: Petani Gula Merah di Kabupaten Blitar Makin Merana, Padahal Miliki Potensi Tinggi di Pasaran
“Dulu saya hanya manjat saja yang mengolah orang tua saya asli Blitar. Lalu setelah saya menikah saya membuat sendiri dan menjadi penghasilan utama saya,” ujarnya.
Setiap hari, dengan menaiki sepeda tuanya Gio memulai harinya dengan memanjat pohon kelapa.
Dengan cekatan, ia menyadap nira yang kemudian dimasak berjam-jam hingga mengental menjadi gula kelapa. Proses yang panjang dan melelahkan, namun tak pernah menyurutkan semangatnya.
Baca Juga: Perjuangan Sopingan, Wanita Blitar yang Mengais Rezeki dari Petani Gula Kelapa
“Memang dari dulu penghasilan saya untuk menyekolahkan anak serta kebutuhan rumah tangga. Alhamdulilah meskipun penghasilan saya tidak sebanyak waktu muda, tapi saya merasa cukup,” ujar bapak 55 tahun ini.
Awal menikah, Gio tidak memiliki apa-apa hanya punya sepeda tua untuk menyadap nira. Sepeda itu menjadi transportasinya sehari-hari, Gio ini berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Tapi karna kegigihanya Gio mengumpulkan sedikit demi sedikit dari penghasilanya untuk membeli tanah.
Baca Juga: Pimpinan Terpilih Resmi Dilantik, Ini Dia 2 Muka Baru Duduki Wakil Pimpinan DPRD Kota Blitar
Lalu membeli motor setelah itu membangun rumah tapi saat itu rumahnya dindingnya masih dari anyaman bambu lalu mengumpulkan uang lagi dari menyisihkan penghasilanya lalu bisa membangun rumah impianya saat ini.
Kesuksesan Gio ini bisa didapat karena usaha dan kerja kerasnya sendiri dengan menekuni pekerjaan sebagai penderes gula kelapa. (don/alf/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila