Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Reaksi BPBD Kabupaten Blitar Terkait Fenomena Aneh Lubang Menganga di Sungai, Tak Berani Ambil Tindakan Langsung dan Beri Pesan Penting ke Warga

Fajar Ali Wardana • Kamis, 7 November 2024 | 12:00 WIB

 

MISTERIUS: Warga melihat lubang berada di sungai Dusun Kaliandong, Desa Dawuhan, Kademangan, yang kini sudah dikasih garis polisi.
MISTERIUS: Warga melihat lubang berada di sungai Dusun Kaliandong, Desa Dawuhan, Kademangan, yang kini sudah dikasih garis polisi.

BLITAR– Warga Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar digemparkan fenomena aneh dengan adanya lubang berdiameter sekitar 1,5 meter di dasar sungai.

 

Tidak ada yang tahu asal muasal lubang tersebut. Untuk mengidentifikasi fenomena aneh itu, BPBD Kabupaten Blitar telah bersurat ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Rabu (6/11/2024).

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Ivong Berttyanto mengetahui hal itu dari laporan warga pada Selasa kemarin (5/11).

 

 

Dia memastikan pihaknya sudah berkirim surat ke PVMBG terkait fenomena munculnya lubang itu. Sebab BPBD tidak bisa mengidentifikasi lubang tersebut, agar tidak simpang siur pihak kemarin bersurat lembaga geologi tersebut.

 

“Hasil survei dari PVMBG ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya terkait munculnya lubang di sungai itu. Untuk sementara masyarakat diminta tenang namun tetap waspada,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Kaliandong Desa Dawuhan Didik Karnoto mengatakan, lubang menganga di permukaan dasar sungai pertama kali ditemukan warga yang sedang ke ladang pada Jumat (1/11) siang.

 

 

Padahal biasanya saat hujan deras kondisi sungai terdapat airnya namun saat itu permukaan sungai mengering karena air masuk ke lubang yang muncul di permukaan dasar sungai.

 

“Warga yang mengetahui pertama lubang itu langsung lapor kepada kepala desa dan warga lain. Lalu tidak lama kemudian, di lokasi kejadian diberi garis polisi, agar warga tidak mendekati lubang tersebut,” tutur Didik.

 

Dia melanjutkan, kondisi lubang di sungai semakin lama membesar dan dalam. Warga sempat mengukur  kedalaman lubang menggunakan benang sepanjang 30 meter, namun itu masih belum menyentuh dasar. Bahkan bambu 12 meter juga langsung hilang saat dicoba dimasukkan. (jar/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#fenomena aneh #blitar #hujan