BLITAR - Geger surat imbauan Gus Iqdam dari Panwascam Srengat, Kabupaten Blitar, terus menggelinding.
Bawaslu Kabupaten Blitar mengeklaim jika surat itu muncul karena adanya pemberitahuan kampanye dari salah satu paslon gubernur Jawa Timur. Tujuannya agar tidak terjadi pelanggaran saat pengajian.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Blitar, Jaka Wandira mengatakan, surat imbauan itu sudah sesuai prosedur setiap ada paslon yang hadir di pengajian atau tempat ramai. Sebab, pada surat pemberitahan ada peraga kampanye berupa stiker dan lainnya.
”Maka, kita imbau selaku tuan rumah Sabilu Taubah (ST) dengan pengajian yang memiliki jemaah besar, agar semua paslon pilgub yang datang supaya jangan kampanye. Beliau (Gus Iqdam) bukan tim sukses,” ujar Jaka.
Surat imbauan ini tidak hanya sekali ini, tetapi sudah berkali-kali sejak pemilu dan pilpres lalu. Bahkan, ada anak hingga istri paslon yang saat hari tenang pemilu juga sempat dikirim surat imbauan. Namun saat itu tidak dibaca oleh Gus Iqdam selaku pemilik Sabilu Taubah.
Jaka mengaku surat imbuan tersebut kini viral karena sebelum-sebelumnya tidak pernah dibacakan Gus Iqdam.
Sebelumnya juga sudah sering diberikan surat imbauan tidak kampanye karena ada banyak paslon yang datang dengan tujuan berkampanye di Sabilu Taubah.
“Jadi, prinsipnya, surat imbauan itu adalah surat untuk melakukan pencegahan. Sehingga kegiatan itu (saat paslon hadir di pengajian) belum berlangung, selalu memberikan imbauan,” terangnya, Selasa (6/11/2024).
Dia menegaskan, surat imbauan tidak kampanye ini merupakan bentuk kewajaran dan tugas. Apalagi, Gus Iqdam bukan merupakan tim kampanye paslon.
Sebab, kampanye ada aturan waktu dan tidak boleh hingga malam hari. Sebagian besar acara Sabilu Taubah hingga malam hari sehingga tidak diperbolehkan melakukan kampanye.
Terkait sanksi, kata dia, surat imbauan itu bertujuan untuk tidak ada pelanggaran kampanye, dan selama ini dia mengaku belum ada temuan pelanggaran.
Baca Juga: Begini Kronologi Lengkap Kasus Bayi Dibuang di Atap Rumah, Tersangka Ternyata Orang Tuanya
“Hampir setiap ada paslon yang datang di Sabilu Taubah pasti panwascam ikut pengajian itu. Bahkan saat pilpres, panwascam juga ikut pengajian Gus Iqdam. Kita hadir sebagai bentuk pemantauan,” pungkasnya. (jar/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila