BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Dalam beberapa waktu terakhir, sebuah video yang diketahui berlokasi di Blitar menampilkan seorang ustadz menyanyikan lagu chant Manchester United telah menjadi viral di media sosial.
Ustadz tersebut dikenal karena ceramahnya yang penuh semangat dan kreatif. Di tengah-tengah menyampaikan pesan agama, ia tiba-tiba menyanyikan lagu kebanggaan Manchester United, yang mengundang tawa dan keriuhan dari para jemaah.
Aksi unik ini berhasil menciptakan suasana yang lebih santai dan ceria di tengah ceramah yang biasanya serius.
Dengan menyisipkan elemen sepak bola, ustadz ini berhasil menarik perhatian lebih banyak orang, termasuk para penggemar Manchester United di kalangan jemaah.
Lagu yang dinyanyikannya menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih mudah diterima dan diingat oleh para pendengar.
Ustadz tersebut tidak hanya menyanyikan lagu chant tersebut untuk hiburan semata. Ia dengan cerdas mengaitkan semangat kebersamaan dan kerja tim yang ada dalam dunia sepak bola dengan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) dan kerja sama dalam kehidupan beragama.
Dengan analogi ini, pesan-pesan agama yang disampaikannya menjadi lebih relevan dan aplikatif bagi kehidupan sehari-hari para jemaah.
Video ini telah banyak dibagikan di media sosial dan mendapatkan banyak perhatian serta apresiasi. Banyak yang memuji cara inovatif ustadz tersebut dalam menyampaikan ceramah.
Tidak hanya membuat ceramah menjadi lebih menarik, tetapi juga mampu menginspirasi banyak orang untuk lebih mengapresiasi nilai-nilai yang diajarkannya.
Namun, ada juga beberapa pihak yang merasa bahwa tindakan ustadz tersebut kurang sesuai dengan keseriusan ceramah agama.
Meskipun begitu, sebagian besar tanggapan dari masyarakat tetap positif, melihatnya sebagai bentuk kreativitas dan pendekatan baru dalam berdakwah.
Ustadz ini berhasil menunjukkan bahwa pesan agama dapat disampaikan dengan berbagai cara tanpa kehilangan esensi dari pesan itu sendiri.
Secara keseluruhan, ustadz yang menyanyikan lagu chant Manchester United ini telah memberikan warna baru dalam dunia dakwah.
Aksinya mengajarkan kita bahwa pendekatan yang inovatif dan kreatif dapat membuat pesan-pesan penting lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Dengan demikian, ceramah agama tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang kaku dan membosankan, tetapi sebagai momen yang penuh inspirasi dan makna. (*)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila