Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Blitar Perketat Pengawasan di Wilayah Rawan Money Politic dan Intimidasi

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 27 November 2024 | 19:10 WIB
DINGIN: Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Nur Ida Fitria memantau salah satu TPS di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi (26/11).
DINGIN: Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Nur Ida Fitria memantau salah satu TPS di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi (26/11).

BLITAR - POLITIK uang hingga kerawanan bencana tetap menjadi perhatian Bawaslu Kabupaten Blitar pada hari pemungutan suara.

Khususnya di wilayah-wilayah yang dianggap rawan, seperti di Kecamatan Garum, yang notabene memiliki masalah saat gelaran Pemilu 2024.

“Selain rawan money politic, juga intimidasi penyelenggara. Ponggok memiliki jumlah pemilih paling banyak sehingga juga menjadi perhatian kami,” tutur Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Nur Ida Fitria.

Dia menegaskan, pergerakan di sekitar TPS dan masyarakat masuk dalam pengawasan Bawaslu.

Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada money politic saat pemungutan suara. 

Ida mengungkapkan, jelang pemungutan suara ini masih banyak C Pemberitahuan yang belum terdistribusi pada pemilih.

Pihaknya juga telah melakukan pengawasan agar semua pemilih dapat menggunakan haknya. 

“Kami sore ini monitoring pada TPS 08 Desa Ngadirenggo, yang masuk kategori rawan secara geografis karena terletak di daerah terpencil dengan akses cukup sulit. Bahkan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di TPS tersebut tercatat 589 orang, ditambah 4 pemilih pindahan,” ujar Ida, sapaan akrabnya.

Dia memastikan distribusi surat pemberitahuan kepada pemilih sudah dilakukan dengan baik pada lokasi tersebut.

Mobilisasi pemilih ke lokasi TPS juga telah diantisipasi melalui penyediaan armada khusus oleh pihak perkebunan.

Hal ini untuk memastikan transportasi tidak disediakan oleh pasangan calon mana pun. Menjaga netralitas proses pemilu.

Bahkan, antisipasi terhadap potensi bencana juga menjadi perhatian.

TPS ditempatkan di dalam ruangan yang aman yaitu di SDN Ngadirenggo 4.

Langkah ini memastikan keamanan pelaksanaan pemilu dalam kondisi cuaca yang tidak menentu.

“TPS ini menjadi perhatian khusus karena mencakup wilayah Dusun Sirahkencong, Tempursari, dan Babadan. Karena untuk mencapai lokasi, warga harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit menuju Sirahkencong, menambah tantangan geografis,” ungkapnya. (jar/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#politik uang #Bawaslu Kabupaten Blitar #pemungutan suara