BLITAR — Dugaan terjadinya ancaman dan intimidasi terhadap salah satu anggota panitia pengawas kecamatan (panwascam) dibenarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar. Beberapa bukti yang dibawa, khususnya bukti percakapan WhatsApp (WA), mendapat validasi langsung ketua Bawaslu Kota Blitar.
Kalau dari bukti percakapan WA, memang tangkapan layar yang viral tersebut valid dan asli. Padahal, selama proses pemilihan hingga perhitungan suara dan pemantauan lapangan, tidak ditemukan ada masalah.
“Sementara kita dalami terlebih dahulu, karena kita belum tahu duduk permasalahannya secara rinci. Selama kami melakukan supervisi juga tidak ada masalah sebenarnya, tapi akan kami dalami lebih lanjut,” ungkap Ketua Bawaslu Kota Blitar, Roma Hudi Fitrianto, Rabu (15/1/2025).
Sebelumnya, tak tahan dengan berbagai dugaan ancaman dan intimidasi yang diterima sejak proses pemilihan wali kota (pilwali) pada November 2024 lalu, salah satu anggota Panwascam Sukorejo resmi melapor di Polres Kota Blitar.
Tekanan yang diterima terkait dengan upayanya membongkar adanya kejanggalan dalam rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU) Pilwali Kota Blitar lalu. Ancaman tersebut diterimanya melalui WA hingga pesan pribadi.
Bahkan dituding mengelola akun media sosial (medsos) palsu yang kerap melontarkan kritik terhadap Panwascam Sukorejo. (ham/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah