Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UpayaKemenag Sempurnakan Ibadah Salat Warga Kota Blitar karena Arah Kiblat Kurang Tepat

Muhamad Ilham Baha’udin • Selasa, 21 Januari 2025 | 21:00 WIB

 

LURUS KIBLAT: Tim ahli sedang mengukur arah kiblat salah satu masjid di Kota Blitar.
LURUS KIBLAT: Tim ahli sedang mengukur arah kiblat salah satu masjid di Kota Blitar.

 

 

BLITAR - Arah kiblat menjadi elemen penting dalam ibadah umat Islam, terutama salat sebagai salah satu Rukun Islam. Kesalahan dalam menentukan arah kiblat dapat berpengaruh pada kekhusyukan dan kesempurnaan salat. Ternyata, masjid dan musala di Bumi Bung Karno terus diukur secara berkala oleh tim khusus Kemenag Kota.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Binmas) Kemenag Kota Blitar, Purnomo, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan arah kiblat masjid dan musala sesuai dengan koordinat yang mengarah langsung ke Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah.

“Pengukuran arah kiblat menjadi langkah penting yang kami lakukan agar umat dapat menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan tepat,” ujar Purnomo, saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Teknologi untuk pengukuran arah kiblat saat ini telah menggunakan alat-alat canggih seperti theodolit dan kompas digital. Teknologi ini memungkinkan tim pengukur mendapatkan akurasi tinggi dalam menentukan arah.

“Pengukuran dilakukan dengan memperhatikan posisi geografis masjid atau musala, lalu alat kami akan memandu ke arah koordinat kiblat yang akurat,” jelasnya.

Proses pengukuran melibatkan tim teknis dari Kemenag Kota Blitar yang terdiri dari para ahli. Mereka juga memberikan edukasi kepada pengurus masjid dan musala tentang pentingnya arah kiblat yang tepat.

“Kami tidak hanya mengukur, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat. Karena, jika arah kiblat kurang tepat, meskipun salat tetap sah, ada potensi kekhawatiran dalam hati umat,” bebernya.

Kemenag Kota Blitar membuka peluang bagi masjid dan musala yang ingin melakukan pengukuran ulang arah kiblat untuk mengajukan permohonan. Sedangkan untuk pengukuran, pihaknya mentargetkan minimal 10 masjid atau musala dalam setahun.

“Prosesnya mudah, tinggal datang ke kantor atau melalui kelurahan. Kami akan jadwalkan pengukuran. Ini penting agar semua merasa terlibat dalam memastikan kesempurnaan ibadah,” katanya.

Beberapa masjid besar di Kota Blitar, seperti Masjid Agung Blitar dan masjid-masjid di kelurahan-kelurahan, sudah melalui proses pengukuran ulang. Hasilnya, beberapa masjid memang mengalami sedikit pergeseran dari arah sebelumnya, namun sudah dikoreksi.

Purnomo menekankan, pengukuran arah kiblat tidak hanya soal teknis, tetapi juga wujud kepedulian Kemenag terhadap keutuhan umat Islam dalam beribadah. Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan masjid dan musala sebagai tempat ibadah.

“Kiblat ini menjadi simbol persatuan umat. Ketepatan arah kiblat bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal spiritualitas,” tegasnya.

Ke depan, Kemenag Kota Blitar berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, termasuk memastikan semua masjid dan musala memiliki arah kiblat yang benar. Dengan begitu, umat Islam di Kota Blitar dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan yakin.

“Melalui pengukuran arah kiblat, kami berharap masyarakat semakin tenang dalam menjalankan ibadahnya. Mari kita rawat masjid dan musala sebagai pusat keagamaan sekaligus tempat membangun kebersamaan,” pungkasnya. (ham/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kemenag #arah kiblat #mekkah #salat #Kota Blitar #Masjidil Haram