Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Berobat Kini Tak Perlu ke Penang atau Singapura, Cukup di Graha Pandawa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar

Agus Muhaimin • Selasa, 22 April 2025 | 21:50 WIB
TERTINGGI: Bupati Rijanto dan Wakil bupati Beky Herdihansah menggunting rangkaian bunga pada grand opening Graha Pandawa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Selasa(22/4/2025).
TERTINGGI: Bupati Rijanto dan Wakil bupati Beky Herdihansah menggunting rangkaian bunga pada grand opening Graha Pandawa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Selasa(22/4/2025).

Agus Muhaimin/radar penataran

TERTINGGI: Bupati Rijanto dan Wakil bupati Beky Herdihansah menggunting rangkaian bunga pada grand opening Graha Pandawa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, kemarin (21/4).

KOMPAK: Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Beky Herdihansah berfoto besama forkopimda serta jajaran manajemen RSUD Ngudi Waluyo Wlingi di depan Graha Pandawa.

 

 

 

BLITAR - Graha Pandawa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi menjadi salah satu gedung tertinggi di Blitar Raya. Selain menerapkan standar rawat inap, bangunan anyar ini juga dilengkapi dengan 16 poli eksekutif. Salah satunya poli fertilitas yang belum dimiliki oleh fasilitas pelayanan kesehatan lokal.

Suasana khidmat dan semarak menyelimuti area RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Senin(21/4) pagi. Ratusan tamu undangan tampak memadati sisi utara rumah sakit milik pemerintah ini. Mereka bersiap menyaksikan momen bersejarah, peresmian gedung rawat inap 8 lantai, Graha Pandawa.

Sekitar pukul 10.00, sirine mobil patwal kepala daerah membuat suasana semakin sibuk. Para tamu undangan tampak berdiri menyambut kedatangan Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Beky Herdihansah bersama rombongan.

Hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRD dari Kabupaten Blitar dan Provinsi Jawa Timur, tokoh agama, hingga para mantan direktur RSUD Ngudi Waluyo. Mereka bergabung dalam satu semangat untuk menyaksikan transformasi besar rumah sakit pelat merah tersebut.

Sejurus berikutnya rangkian acara grand opening Graha Pandawa RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dimulai. Di awali laporan Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami MMRS, sambutan Bupati Rijanto hingga doa.

Di ujung rangkaian seremoni ini, Bupati Rijanto bersama Wakil Bupati Beky Herdiyansyah dan jajaran forkopimda menekan tombol sirine disertai tepuk tangan para undangan sebagai tanda diresmikannya Graha Pandawa. Tak hanya itu, mereka juga ada sesi pemotongan rangkaian bunga dan penandatanganan prasasti peresmian gedung.

Baca Juga: Dispendik Sampaikan Aturan SPMB di Kabupaten Blitar: Sekolah Dilarang Tambah Pagu

Usai peresmian, para tamu undangan diajak berkeliling atau room tour ke dalam gedung Graha Pandawa. Mereka melihat langsung fasilitas ruang rawat inap KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) sebanyak 40 tempat tidur, 16 ruang VIP, dan 2 ruang VVIP. Rasa kagum tak jarang terlontar dari para undangan ketika menyaksikan langsung standar fasilitas dan kenyamanan yang disuguhkan.

“Kami tadi berbincang-bincang, dan Pak Wabup bilang masyarakat tidak perlu ke Penang, Malaysia, atau Singapura untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Di Blitar sudah cukup,” ujar Rijanto kepada awak media.

Dia memberikan apresiasi kepada jajaran RSUD Ngudi Waluyo yang sudah berjuang untuk mewujudkan fasilitas tersebut.

“Meresmikan gedung rawat inap ini menjadi kehormatan bagi kami. Ini prestasi luar biasa karena di Blitar sekarang ada gedung 8 lantai,” ujar Rijanto saat memberikan sambutan.

Dia juga menaruh harapan besar pada kualitas layanan rumah sakit seiring dengan peningkatan fasilitas. “Kami berharap, tenaga medis, para medis, dan jajaran struktural rumah sakit bisa mengimbangi fasilitas yang luar biasa ini dengan pelayanan yang baik. Insya Allah dengan pelayanan dan fasilitas yang baik, RSUD Ngudi Waluyo terus berkembang pesat,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Direktur RSUD Ngudi Waluyo, dr Endah Woro Utami, MMRS, menjelaskan pembangunan Graha Pandawa dilakukan dalam waktu sembilan bulan sesuai rencana, dengan anggaran mencapai Rp 75 miliar.

“Sesuai kebijakan nasional, sekarang sudah tidak ada lagi kelas pelayanan. Fasilitas gedung delapan lantai ini meliputi 40 bed KRIS, 16 VIP, dan 2 VVIP,” kata dr Endah Woro.

Graha Pandawa juga dilengkapi dengan layanan unggulan seperti 16 ruang eksekutif, poli estetik kecantikan, dan poli fertilitas yang menjadi satu-satunya di wilayah Blitar Raya. “Sesuai pesan Pak Bupati, tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan karena di Blitar sudah cukup,” ujarnya.

Tak hanya Graha Pandawa, hari itu juga diresmikan Masjid Baitussifa, yang berdiri megah di area rumah sakit. Masjid ini dihadirkan sebagai pelengkap spiritual bagi pasien dan keluarga.

“Fasilitas ini sekaligus melengkapi rumah sakit ini. Jadi tenaga medis berjuang dan memberikan layanan, keluarga pasien membantu dengan doa di masjid,” pungkas Rijanto. (*/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#beky herdihansah #Bupati blitar #RSUD ngudi waluyo Wlingi #blitar #Rijanto #Pandawa #rumah sakit umum daerah #Graha