Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bupati Blitar Dorong Pertanian Organik di Kabupaten Blitar, Segini Hasil Panen yang Dicapai

Dinda Umuhidayah • Senin, 28 April 2025 | 23:00 WIB
STOK PANGAN: Bupati Blitar Rijanto bersama Forkopimda Kabupaten Blitar mempelihatkan hasil panen raya padi di Desa Bendosari, Sanankulon.
STOK PANGAN: Bupati Blitar Rijanto bersama Forkopimda Kabupaten Blitar mempelihatkan hasil panen raya padi di Desa Bendosari, Sanankulon.

BLITAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus mendorong penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Termasuk yang dilakukan petani di Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon, bersama Bupati Blitar Rijanto yang ikut melakukan panen raya kemarin (27/4).

Dalam acara tersebut, Bupati Blitar Drs H Rijanto MM bersama Dandim 0808 dan Danyon 511 menghadiri Panen Raya Padi Sehat Non Kimia yang digelar Koperasi Ben Giat Tani. Hadir pula jajaran Pajak Pratama, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Blitar.

Adapun jenis padi yang dipanen kali ini adalah Benih Padi Papan Lima dan Padi Menik Susu yang ditanam menggunakan pupuk organik. Luas lahan pertanian yang dipanen ini mencapai 2 hektare (ha).

Bupati Rijanto mengapresiasi kreativitas, inovasi, dan kerja keras masyarakat Bendosari yang sukses menerapkan sistem pertanian organik.

Dia menegaskan, penggunaan pupuk organik mampu menghasilkan panen berkualitas sekaligus menjaga struktur tanah agar tetap subur.

"Pupuk organik ini bersahabat dengan alam, hasilnya lebih sehat, dan struktur tanah tetap terjaga. Kalau pakai pupuk anorganik, lama-lama tanah bisa rusak," ujar Rijanto.

Orang nomor 1 Blitar ini menyinggung kebijakan nasional yang mendorong peralihan dari pupuk anorganik ke organik. Kebijakan tersebut mendukung petani untuk lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dia mencotohkan, hasil panen di Bendosari cukup membanggakan. Berdasarkan hasil usai ubinan, produktivitas mencapai 8,75 ton per ha, dan dalam hitungan keseluruhan mencapai 12 ton per ha.

"Itu hasil yang luar biasa. Ke depan, penggunaan pupuk organik akan terus kami dorong melalui dinas pertanian," tegasnya.

Bupati Rijanto akan mendorong penggunaan pupuk organik semakin meluas di kalangan petani Kabupaten Blitar.

Dia juga berharap pendampingan dari BI Kediri dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sektor pertanian di daerahnya.

"Pemerintah hadir untuk memakmurkan petani. Dengan kolaborasi dan pendampingan yang tepat, kita yakin pertanian Blitar semakin maju," tuturnya.

Desa Bendosari sendiri memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian berbasis organik karena didukung keberadaan peternakan sapi perah. Limbah cair dan padat dari peternakan tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan pupuk organik melalui proses fermentasi.

Kepala Bank Indonesia (BI) Kediri, Yayat Cadarajat menyampaikan, BI telah mendampingi program pertanian organik di Bendosari selama empat hingga lima tahun terakhir. Mulai dari pelatihan pembuatan pupuk organik hingga pengolahan limbah susu menjadi bahan fermentasi.

“Program ini bertujuan mewujudkan pertanian berkelanjutan. Produktivitas 12 ton per ha ini pencapaian luar biasa, mengingat rata-rata nasional hanya sekitar 5-6 ton per ha,” jelas Yayat.

Saat ini, luas lahan pertanian organik binaan BI di wilayah Blitar mencapai sekitar 20 ha. Ke depan, BI menargetkan perluasan lahan untuk memperluas dampak program kepada lebih banyak petani.(jar/c1/din)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#hasil panen raya padi Kabupaten Blitar #Pertanian Organik di Kabupaten Blitar