BLITAR - Terima kasih Singo Edan. Ya, itulah ungkapan yang tepat disampaikan saat ini setelah Arema FC resmi tak lagi menggunakan Stadion Soeprijadi sebagai kandang di BRI Liga 1.
Senin (5/5/2025), satu persatu klub-klub Liga 1 yang sempat menjadikan Stadion Soeprijadi, Kota Blitar sebagai homebase benar-benar angkat kaki. Beberapa waktu lalu, manajemen Arema FC mengangkut puluhan kotak layar LED yang biasanya terpasang di pinggir lapangan.
Beberapa truk dan alat berat tampak mengangkut puluhan kotak yang berisi LED. Kemudian dibawa kembali ke arah Malang. Informasinya akan langsung dipasang di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar M. Aminurcholis. Menurut dia, pada Sabtu lalu (3/5) lalu pihak manajemen klub berjuluk Singo Edan itu telah mengangkut LED yang kemudian dimasukkan dalam kotak untuk dibawa ke Malang. “Ya, memang pada Sabtu lalu sudah diangkut ke Malang,” jelasnya, Senin (5/5/2025).
Menurut Cholis, semenjak menandatangani kesepakatan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar pada tahun lalu, pihak Arema FC langsung membawa LED untuk dipasang di setiap pertandingan Liga 1, termasuk juga saat laga yang dilakoni Persik Kediri yang juga bermain pada kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.
“Memang LED itu milik Arema FC, dan itu barang yang tersisa yang belum sempat diangkut ke Malang, yang lain sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Informasinya Arema FC akan kembali menggelar sisa-sisa laga di Stadion kanjuruhan malang, setelah beberapa waktu lalu pihak manajemen juga telah menandatangani kesepakatan dengan pihak Pemkab Malang, terkait penggunaan stadion di Kota Kepanjen tersebut.
Sementara Macan Putih-julukan Persik Kediri pada laga pekan ke-31 kemarin (5/5) berhasil menahan imbang Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Kediri. (ady)
Editor : M. Subchan Abdullah