Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lebih Dekat dengan Sosok Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat SMKN 1 Kademangan Blitar

Agus Muhaimin • Kamis, 8 Mei 2025 | 05:05 WIB
KOMUNIKATIF: Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat, SMKN 1 Kademangan, Muhamad Taufik.
KOMUNIKATIF: Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat, SMKN 1 Kademangan, Muhamad Taufik.

 

BLITAR - Tantangan zaman yang berubah cepat menuntut dunia pendidikan tak lagi berpijak pada cara lama. Sekolah kini dituntut untuk lebih kreatif dan memahami pola pikir generasi muda dalam proses transfer pengetahuan.

“Sekarang pengumuman di mading sudah tidak dilihat. Mereka lebih banyak menonton konten TikTok,” ungkap Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat, SMKN 1 Kademangan, Muhamad Taufik.

Menurut dia, itu sinyal penting bahwa sekolah tak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional dalam menyampaikan informasi atau membangun komunikasi dengan peserta didik. Maka sekolah juga menyajikan informasi atau pengumuman lewat media sosial.

“Dalam proses produksi informasi ini kami tetap melibatkan anak-anak. Tidak hanya sebagai talent tapi juga sebagai konten kreatornya,” jelas Taufik.

Lebih dari sekadar transfer ilmu pengetahun, kata Taufik, SMK memiliki tanggung jawab lebih. Lembaga pendidikan vokasi wajib menciptakan pengalaman kerja nyata bagi siswa. “Kami harus menyesuaikan cara pendekatan, tapi tetap memastikan ilmu dan keterampilan tersampaikan,” ujarnya.

Di tengah tantangan itulah, Taufik menekankan pentingnya jaringan. Dunia kerja tak bisa didekati dari ruang kelas semata. Sekolah harus aktif membangun relasi dengan dunia industri, UMKM, bahkan pemerintah daerah agar peluang kerja terbuka bagi lulusan.

“Kalau mereka tidak kuliah, maka mereka harus bisa langsung bekerja. Itu tanggung jawab moral kami sebagai SMK,” tegasnya.

Sekolah harus menggelar bursa kerja sebagai sarana mempertemukan antara lulusan sekolah dengan pemilik kerja. Sebab, tidak semua lulusan SMK melanjutkan pendidikan mereka.

“Untuk mendapatkan kepercayaan lingkungan usaha juga tidak mudah. Sekolah harus memastikan lulusan mereka siap kerja,” tutur Taufik.

Dia mengakui, hal ini tidak mudah karena dampak pandemi Covid-19 ternyata masih dirasakan di dunia pendidikan. Untuk itu, sekolah harus menyesuaikan diri dan melakukan pendekatan yang relevan tanpa meninggalkan misi utama mencetak lulusan siap pakai dan berdaya saing.

Baca Juga: Gempa Blitar Kejutkn Warga di Pagi Hari, BMKG: Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,6 dan Berpusat di Skatan Kabupaten Blitar

“Kami berharap tidak ada yang menganggur pasca-lulus dari SMK. Menganggur itu benar-benar tidak enak,”tandasnya. (hai/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pengumuman #kreator #UMKM #konten #industri #mading #masyarakat #Sosok #transfer #ilmu #tiktok #smkn 1 kademangan