Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lewat Soekarno Coffee Fest, Pemkot Blitar Targetkan 100 Kedai Kopi Baru Tumbuh

M. Subchan Abdullah • Rabu, 11 Juni 2025 | 22:00 WIB
POTENSI: Pengunjung menikmati sajian kopi dan snek di salah satu kedai kopi di Kota Blitar.
POTENSI: Pengunjung menikmati sajian kopi dan snek di salah satu kedai kopi di Kota Blitar.

BLITAR – Efisiensi atau penghematan anggaran tak lantas membuat agenda event tahunan di Bumi Bung Karno redup.

Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar tetap berupaya agar event-event besar dan ikonik tetap bisa digelar meski dalam keterbatasan.

Tujuannya tentu untuk mendongkrak perekonomian di Kota Blitar, terutama bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Di samping lewat Blitar Djadoel, juga akan digelar event perkopian bertajuk Soekarno Coffe Fest (SCF). Event SCF ini ditargetkan mampu menumbuhkan kedai kopi baru.

Tahun ini, kegiatan yang menjadi ajang promosi sektor usaha perkopian tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Mulai 13 hingga 15 Juni 2025 dan dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Blitar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, Heru Eko Pramono mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya yang berlangsung selama empat hari, gelaran SCF tahun ini hanya tiga hari. “Ya memang karena ada efisiensi anggaran. Tapi, kami pastikan acaranya tetap meriah dan berdampak pada sektor UMKM, khususnya perkopian,” ujarnya, kemarin (10/6).

SCF tahun ini, jelas Heru, menghadirkan konsep baru. Pemkot menggandeng pelaku usaha kedai kopi dari luar daerah seperti Jogjakarta yang dinilai memiliki ekosistem bisnis perkopian yang lebih mapan. “Mereka kami undang untuk berbagi pengalaman sekaligus membuka jaringan baru dengan pelaku usaha kopi di Blitar,” ujarnya.

Tak kurang dari 40 tenan akan meramaikan festival ini. Para pelaku usaha kopi dari Blitar Raya hingga luar daerah dipastikan ambil bagian. Sinergitas antarwilayah ini diharapkan mampu mendorong ekspansi kedai kopi lokal ke pasar regional.

Selama pelaksanaan SCF tahun lalu, tercatat perputaran uang mencapai lebih dari Rp 50 juta. “Tahun ini kami targetkan bisa meningkat meski mungkin tak signifikan, karena durasi acara lebih pendek. Namun dari sisi dampak ekonomi tetap besar dan terasa,” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada festival, Pemkot Blitar juga menargetkan pertumbuhan usaha kedai kopi di wilayahnya makin pesat. “Kami menargetkan 100 kedai kopi tumbuh tahun ini di Kota Blitar. Belum termasuk yang berada di lingkungan kampung,” pungkas Heru. (sub/c1/ady)

Editor : Fuad Abida
#bumi bung karno #blitar #Soekarno Coffee Fest #UMKM #anggaran #Efisiensi #pemkot #event #Ikonik