Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jalur Alternatif Sanankulon-Ponggok di Kabupaten Blitar Ini Butuh Sentuhan, Masyarakat: Sangat Minim Penerangan

Yanu Aribowo • Minggu, 6 Juli 2025 | 00:00 WIB
LEBIH CEPAT: Jalur alternatif yang menghubungkan Desa Sumberingin dengan Desa Karangbendo.
LEBIH CEPAT: Jalur alternatif yang menghubungkan Desa Sumberingin dengan Desa Karangbendo.

BLITAR - Antara Desa Sumberingin, Kecamatan Sanankulon, dengan Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, terdapat jalur alternatif yang menghubungkan kedua wilayah. Jalur penghubung antarkecamatan itu melintasi kawasan hutan jati dan mampu mempersingkat jarak tempuh masyarakat daripada melintasi jalur utama.

Jalur alternatif ini menghubungkan jalur utama kedua desa dengan panjang sekitar 3,5 kilometer. Namun, kondisi jalur alternatif itu masih membutuhkan sentuhan perbaikan, karena permukaan aspal yang rusak serta keberadaan fasilitas penerangan jalan umum (PJU) yang masih minim.

Meski kondisi permukaan aspal rusak, jalur ini tetap menjadi favorit masyarakat setempat dalam beraktivitas sehari-hari. Di antara alasannya adalah keberadaan Pasar Sumberingin, baik yang lama maupun yang baru yang menjadi salah satu pusat perekonomian masyarakat di wilayah Desa Sumberingin dan sekitarnya.

Selain itu, jalur ini juga mampu mempersingkat jarak tempuh dari wilayah Kecamatan Ponggok bagian timur menuju ke Kota Blitar. Distribusi hasil pertanian dan peternakan masyarakat setempat sering kali memanfaatkan jalur ini.

Melintasi jalur alternatif ini para pengguna jalan tidak bisa memaksimalkan kecepatan kendaraan, namun lebih cocok perjalanan santai di pinggiran kawasan hutan jati. Terkait kerusakan jalan, masyarakat berharap segera ada perbaikan sehingga antara Desa Sumberingin dengan Desa Karangbendo terhubung dengan jalur yang mulus.

Selain itu, melintasi kawasan hutan yang minim penerangan, keberadaan fasilitas PJU juga sangat dibutuhkan. “Selama ini untuk penerangan dipasang  seadanya oleh warga, ada beberapa titik,” ujar Subagyo, warga setempat.

Terkait  keberadaan jalur ini, utamanya pada siang hari, para pengguna jalan yang memanfaatkan akses ini cukup banyak, baik dari wilayah Kecamatan Sanankulon menuju Kecamatan Ponggok, maupun sebaliknya.

Jika malam hari, hanya warga tertentu yang berani melintasi kawasan hutan ini. Meski sebenarnya situasinya aman, karena minimnya penerangan membuat sebagian warga enggan memilih jalur ini. (ynu)

Editor : Fuad Abida
#penghubung #minim #Jalur #fasilitas #blitar #kawasan #rusak #favorit #Perbaikan #pju #aspal #alternatif