BLITAR – Jalur utama Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, mengalami kerusakan di beberapa titik. Misalnya, berada di sebelah timur tak jauh dari simpang empat Kantor Kepala Desa Sidodadi, terdapat jalan berlubang.
Sebagian kerusakan sudah ditambal secara swadaya dengan campuran semen dan pasir. Kondisi itu membuat pengguna jalan rawan kejeglong karena tidak hafal medan, terutama saat perjalanan malam hari.
Sebenarnya kerusakan yang terjadi tidak hanya jalan berlubang, namun juga permukaan jalan yang retak. Kondisi itu terjadi karena perbedaan struktur saat proses pelebaran jalan. Struktur lama dan baru yang ditambahkan dalam proses pelebaran jalan, tidak menyatu dengan sempurna. Akibatnya, perbedaan struktur tersebut memicu terjadinya retakan yang memanjang.
Kondisi ini juga sangat membahayakan para pengguna jalan, terutama sepeda motor. “Jika tidak waspada melintasi retakan jalan, bisa membuat sepeda motor oleng,” ujar Solikin, warga setempat.
Melihat kerusakan yang terjadi, masyarakat sudah turun tangan dengan cara menguruk tanah hingga menambal dengan campuran semen dan pasir. Namun, aksi swadaya itu tak mampu bertahan lama, karena tidak kuat menahan beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Misalnya, distribusi hasil pertanian dan peternakan masyarakat memanfaatkan jalur utama ini jika ingin menghindari keramaian di jalur utama Blitar-Malang.
Seperti diketahui, akses jalur utama Desa Sidodadi itu merupakan bagian dari jalur utama yang menghubungkan tiga wilayah kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar bagian utara. Yakni, Nglegok, Garum, dan Gandusari. Setiap hari lalu lalang masyarakat pengguna jalan tidak pernah sepi, terutama saat jam-jam sibuk.
Apalagi jika jam berangkat dan pulang sekolah, jalur ini sangat ramai. Mereka biasanya dari SMPN 1 Garum, yang tak jauh dari lokasi kerusakan, hingga SMKN 1 Nglegok, yang berjarak sekitar 5 kilometer ke arah barat. Pasalnya, banyak siswa SMKN 1 Nglegok yang berasal dari wilayah Kecamatan Garum maupun Gandusari. (ynu)
Editor : Fuad Abida