BLITAR – Peran kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) di Bumi Bung Karno terbukti krusial dalam membantu apparat.
Khususnya mengungkap berbagai kasus kejahatan dan kecelakaan lalu lintas.
Saat ini di seluruh titik di Kota Blitar terdapat sekitar 150 titik yang terpasang kamera CCTV.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar, Mujianto mengungkapkan, mayoritas kamera CCTV tersebut terpasang di simpang-simpang jalan.
“Setiap titik rata-rata terpasang dua hingga empat unit kamera. Sebagian besar berada di persimpangan jalan dan pintu masuk perbatasan kota,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (12/8).
Menurut dia, fungsi utama pemasangan CCTV memang untuk pemantauan arus lalu lintas. Namun, yang paling sering dimanfaatkan adalah untuk membantu penyelidikan kasus kejahatan maupun kecelakaan.
“Kepolisian biasanya meminta kami mengecek rekaman CCTV untuk kebutuhan penyelidikan. Banyak kasus bisa terungkap berkat rekaman ini,” katanya.
Keberadaan kamera pengawas di sejumlah titik vital, lanjut Mujianto, sangat membantu aparat penegak hukum.
Dalam beberapa kesempatan, pihak kepolisian juga memberikan masukan terkait lokasi rawan yang dinilai perlu tambahan kamera.
“Masukan itu kami tindak lanjuti, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi jaringan dan kemampuan teknis yang ada,” jelasnya.
Jika jaringan yang sudah terpasang mampu menjangkau lokasi baru, diskominfotik akan segera melakukan pemasangan.
Namun, jika tidak memungkinkan, perlu pengadaan perangkat tambahan yang bergantung pada kondisi anggaran.
Baca Juga: Hubungan Eksekutif-Legislatif di Kabupaten Blitar Memburuk, Bupati Blitar Klaim Baik-baik Saja
“Kita harus realistis. Biaya pengadaan CCTV itu cukup besar, jadi penambahan titik juga harus disesuaikan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Mujianto menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga kualitas layanan pemantauan CCTV. Tidak hanya untuk mendukung keamanan dan ketertiban, tapi juga sebagai sarana pendukung pelayanan publik.
“Kami ingin keberadaan CCTV ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (sub/ady) (*)
Baca Juga: Berjualan Sejak 1975, Pedagang Kerupuk di Blitar Mampu Sekolahkan 4 Anaknya hingga Lulus
Editor : M. Subchan Abdullah