Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Asal-usul Arca Totok Kerot di Kediri, Benarkah dari Putri Cantik yang Tersambar Petir?

Axsha Zazhika • Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:30 WIB
Asal-usul Arca Totok Kerot di Kediri, Benarkah dari Putri Cantik yang Tersambar Petir?
Asal-usul Arca Totok Kerot di Kediri, Benarkah dari Putri Cantik yang Tersambar Petir?

BLITAR – Arca raksasa Totok Kerot di Kediri menyimpan misteri yang tak pernah lekang dimakan waktu. Banyak yang percaya arca ini berasal dari kisah seorang putri cantik bernama Lodaya. Konon, ia berubah menjadi batu setelah tersambar petir karena cintanya ditolak Raja Jayabaya.

Kisah Totok Kerot kembali mencuat setelah Channel YouTube ArekDeso96 menayangkan ulasannya. Dalam video itu disebutkan bahwa arca Totok Kerot bukan sekadar peninggalan arkeologi. Lebih jauh, arca ini diyakini menjadi saksi bisu sebuah kisah cinta tragis di tanah Jawa.

Bagi masyarakat Kediri, Totok Kerot bukan hanya batu raksasa. Ia adalah bagian dari warisan budaya yang masih hidup dalam cerita rakyat. Legenda ini terus diceritakan turun-temurun, hingga jadi daya tarik bagi wisatawan.

Putri Lodaya digambarkan sebagai gadis jelita dari tanah Lodaya. Kecantikannya membuat banyak orang terpikat, termasuk Raja Jayabaya. Namun hubungan itu tak berjalan mulus karena sang raja menolak cintanya.

Menurut kisah, Lodaya berani melamar Jayabaya di hadapan rakyatnya. Tindakan ini dianggap tabu pada zaman itu, sebab perempuan melamar pria adalah hal yang tak lumrah. Jayabaya pun menolak dengan tegas.

Penolakan itu melukai hati Putri Lodaya. Ia merasa dipermalukan di depan banyak orang. Kekecewaan berubah jadi dendam yang sulit dipadamkan.

Konflik cinta itu kemudian meluas menjadi peperangan. Pasukan Lodaya dan Kediri saling berhadapan di medan laga. Sayangnya, pasukan Lodaya kalah dalam pertempuran tersebut.

Putri Lodaya merasa tak ada lagi yang bisa ia pertahankan. Dalam kesedihan mendalam, ia mengutuk dirinya sendiri. Tiba-tiba, petir menyambar dan tubuhnya berubah menjadi batu raksasa.

Batu itulah yang kemudian dikenal masyarakat sebagai arca Totok Kerot. Wujudnya menyeramkan, menggambarkan penderitaan yang dialami sang putri. Namun kisah di baliknya membuat banyak orang penasaran.

Totok Kerot kini berdiri di Desa Bulupasar, Pagu, Kediri. Lokasinya mudah dijangkau, sehingga menjadi tempat kunjungan warga. Banyak yang datang hanya untuk melihat langsung arca legendaris ini.

Para pengunjung sering merasakan suasana mistis saat berada di dekat arca. Ada yang percaya arca itu menyimpan aura gaib peninggalan masa lalu. Namun tak sedikit pula yang menganggapnya sebagai simbol kekuatan perempuan Jawa.

Meski terkesan menyeramkan, Totok Kerot menjadi bukti nyata legenda Lodaya. Arca ini membangkitkan imajinasi tentang kisah cinta, politik, dan kutukan. Sebuah warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Sejarawan berpendapat bahwa Totok Kerot mungkin peninggalan kerajaan kuno. Bentuknya yang besar menandakan peran penting dalam tradisi Jawa masa lalu. Masyarakat kemudian menambahkan unsur legenda agar kisahnya lebih hidup.

Legenda itu membuat arca tidak hanya dilihat sebagai batu kuno. Ia dipandang sebagai sosok yang pernah hidup, berjuang, dan menderita. Perpaduan sejarah dan mitos inilah yang membuat Totok Kerot begitu istimewa.

Channel YouTube ArekDeso96 menyoroti sisi ini. Mereka menyebut bahwa kisah Totok Kerot punya nilai edukasi budaya. Anak-anak muda perlu tahu bahwa arca ini bagian dari identitas Kediri.

Pemerintah daerah juga mulai melirik potensi wisata dari Totok Kerot. Dengan penataan yang baik, arca ini bisa jadi magnet wisata budaya. Wisatawan dapat menikmati sejarah sekaligus legenda dalam satu lokasi.

Bagi warga sekitar, keberadaan arca membawa berkah ekonomi. Pedagang kecil hingga pemandu wisata mendapat manfaat dari pengunjung. Ini bukti bahwa legenda lama bisa memberi dampak nyata di masa kini.

Meski begitu, perawatan situs tetap jadi tantangan besar. Arca Totok Kerot harus dijaga agar tak rusak oleh waktu atau ulah manusia. Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk melestarikannya.

Legenda Totok Kerot menjadi pelajaran berharga bagi generasi sekarang. Tentang cinta yang tak selalu berakhir bahagia. Tentang harga diri yang bisa memicu peperangan.

Kisah ini juga mengajarkan bahwa perempuan Jawa memiliki keberanian luar biasa. Meski akhirnya tragis, keberanian Putri Lodaya tetap dikenang. Ia menjadi simbol kegigihan meski melawan norma zamannya.

Totok Kerot pun tetap berdiri, menjadi saksi bisu legenda cinta tragis. Batu raksasa itu bukan hanya peninggalan sejarah. Ia adalah warisan budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Editor : Anggi Septian A.P.
#totok kerot #sejarah blitar