Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Shell di Indonesia: Berawal dari Sumatera Utara hingga Jadi Raksasa Minyak Dunia

Anggi Septiani • Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:40 WIB

 

BLITAR

Sejarah Shell di Indonesia: Berawal dari Sumatera Utara hingga Jadi Raksasa Minyak Dunia
Sejarah Shell di Indonesia: Berawal dari Sumatera Utara hingga Jadi Raksasa Minyak Dunia
-Banyak orang mengenal Shell sebagai raksasa energi dunia yang berpusat di Eropa. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sejarah besar perusahaan minyak ini justru berawal dari Indonesia, tepatnya di Sumatera Utara. Fakta unik ini membuat Shell bukan hanya bagian dari sejarah energi global, tetapi juga bagian dari sejarah negeri kita.

Kisah Shell bermula pada 1884, ketika seorang perantau asal Jawa Timur bernama Aeilko Jans Zijlker pindah ke pantai timur Sumatera. Saat itu, Hindia Belanda sedang membuka investasi besar-besaran di perkebunan dan menerapkan sistem tanam paksa. Zijlker yang awalnya bekerja di perkebunan tembakau, akhirnya menemukan jejak cadangan minyak besar di wilayah Langkat, Sumatera Utara.

Hasil uji laboratorium menunjukkan minyak di sana mengandung 62 persen parafin, kualitas yang sangat tinggi untuk bahan bakar. Berbekal naluri bisnis, Zijlker meminta izin dari Sultan Langkat untuk mengeksplorasi sumber daya itu. Usahanya sempat gagal karena sumur yang dibor ternyata kering. Meski rugi besar, ia tidak menyerah.

Setelah mencoba lagi di lokasi lain, Zijlker akhirnya sukses menemukan sumur minyak yang melimpah di Telaga Said, Pangkalan Brandan. Penemuan itu menjadi tonggak penting lahirnya industri perminyakan modern di Indonesia. Sumur ini kemudian dikenal dengan nama Telaga Tunggal 1.

“Penemuan di Pangkalan Brandan adalah titik balik. Dari sinilah jalan panjang perminyakan dunia dimulai,” ujar sejarawan energi lokal, Ahmad Fadli, ketika dimintai keterangan.

Kesuksesan itu membuat Zijlker mendirikan perusahaan eksplorasi bernama Royal Dutch Petroleum Company di Den Haag, Belanda. Perusahaan ini menjadi cikal bakal lahirnya Royal Dutch Shell yang kelak mendominasi panggung energi global.

Setelah Zijlker wafat pada 1890, rekannya Theodorus van Gelder meneruskan pengeboran minyak di wilayah Pangkalan Brandan. Ia berhasil menemukan sumur baru dalam jumlah besar, bahkan membangun fasilitas pengiriman minyak di Pangkalan Susu. Pada 1898, Pemerintah Hindia Belanda juga menambah infrastruktur berupa dermaga ekspor minyak pertama.

Seiring waktu, penemuan minyak meluas ke berbagai wilayah seperti Sumatera Selatan, Jawa, hingga Kalimantan Timur. Pada awal abad ke-20, setidaknya 18 perusahaan minyak beroperasi di Hindia Belanda. Namun, hanya dua yang benar-benar menonjol: Royal Dutch dan Shell Transport milik Marcus Samuel dari Inggris.

Kedua perusahaan itu akhirnya melebur pada 1907 menjadi Royal Dutch Shell Group, yang menempatkan Shell sebagai salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Ironisnya, meski tumbuh besar dari hasil bumi Nusantara, sejarah ini jarang sekali disebut dalam wacana publik Indonesia.

Kini, Shell beroperasi di lebih dari 90 negara, mengelola 44 ribu SPBU, dan memproduksi jutaan barel minyak per hari. Namun akar sejarahnya di Sumatera Utara tetap tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang perusahaan ini.

Di Indonesia, Shell sempat kembali pada 2005 dengan membuka SPBU di Lippo Karawaci, Tangerang. Hingga 2025, mereka memiliki lebih dari 170 SPBU di berbagai kota besar. Namun tahun ini Shell resmi melepas seluruh SPBU di Indonesia kepada perusahaan patungan SITA Del Pacific Limited dan SEFAS Group Indonesia.

Meski begitu, kehadiran Shell tetap terasa lewat bisnis pelumas di Marunda, Jakarta Utara, serta terminal BBM di Gresik, Jawa Timur. Artinya, hubungan perusahaan ini dengan Indonesia belum sepenuhnya berakhir.

Bagi sebagian orang, fakta bahwa Shell lahir di Sumatera Utara adalah sesuatu yang membanggakan sekaligus mengejutkan. Bagaimana tidak, sebuah perusahaan energi yang kini menjadi pemain global justru berawal dari jejak minyak di tanah Nusantara.

“Generasi muda harus tahu bahwa sejarah energi dunia punya akar di Indonesia. Ini bagian dari warisan bangsa yang sering terlupakan,” kata Ahmad Fadli menegaskan.

Fakta unik ini membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya pasar energi, melainkan pernah menjadi titik awal berdirinya raksasa minyak dunia.

Editor : Anggi Septian A.P.
#sumatera utara #Minyak Indonesia #Sejarah Shell