Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jadi Korban Bullying, Atlet Jujitsu Blitar Ini Malah Sukses Gondol Medali Emas di Kompetisi se-Asia Tenggara

Calvin Budi Tandoyo • Senin, 3 November 2025 | 20:30 WIB
UNTUK BLITAR: Zaenal Abidin menunjukkan medali emas yang berhasil diraihnya dalam ajang Unesa Open 2025.
UNTUK BLITAR: Zaenal Abidin menunjukkan medali emas yang berhasil diraihnya dalam ajang Unesa Open 2025.

BLITAR - Tekad kuat dan kerja keras kembali membuahkan hasil manis bagi Zaenal Abidin di ajang Kejuaraan JuJitsu Unesa Open 2025 se-Asia Tenggara. Warga Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, ini sukses menyabet dua medali emas di kategori 70 kilogram dan 3v3 Absolute Weight Division.

Zaenal Abidin sukses membawa nama harum daerah kelahirannya, Blitar. Belum lama ini dia berhasil meraih prestasi apik lewat cabang bela diri jujitsu. Dua emas berhasil dia sumbang dari kejuaraan level internasional, Unesa Open 2025.

Pemuda yang akrab disapa Abidin ini mengaku sudah menekuni jujitsu sejak duduk di bangku SMP, tepatnya pada 2012. Dorongan awalnya terjun ke olahraga bela diri justru datang karena pengalaman pribadi: ia sempat menjadi korban perundungan saat sekolah dasar.

“Saya dulu sering di-bully karena badan saya kecil. Dari situ saya belajar jujitsu untuk membela diri dan menambah kepercayaan diri,” ujarnya.

Meski kini bekerja di Surabaya, Abidin tetap menyempatkan diri berlatih di sela-sela kesibukan. Ia bahkan berlatih hingga malam hari dan rutin berkonsultasi dengan pelatih lewat pesan WhatsApp (WA).

“Pelatih saya tidak bisa mendampingi saat pertandingan, jadi saya banyak mengingat teknik yang sudah diajarkan,” katanya.

Momen paling menegangkan terjadi saat laga semifinal. Abidin hampir kalah, namun berkat dorongan dari diri sendiri dan semangat teman-teman, ia berhasil membalikkan keadaan di 10 detik terakhir pertandingan.

“Saya selalu melakukan self-hypnosis sebelum bertanding. Saya membayangkan naik ring dan menjadi pemenang,” ungkapnya.

Kemenangan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Abidin. Ia berharap prestasinya dapat sedikit membanggakan daerah asalnya. “Berkat doa orang tua dan dukungan teman-teman, saya bisa sampai di titik ini,” ujarnya penuh syukur.

Ke depan, Abidin menargetkan untuk mengikuti lebih banyak kejuaraan di tingkat nasional dan daerah. Ia juga berpesan kepada para atlet muda agar tidak berhenti berlatih dan tetap menjalin hubungan baik dengan pelatih dan rekan latihan.

“Dari merekalah, kita tumbuh dan belajar. Semua ilmu datang dari pelatih,” tutupnya.(*/c1/sub) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#medali emas #blitar #Unesa Open 2025 se Asia Tenggara #prestasi #kejuaraan internasional #Kejuaraan JuJitsu