BLITAR KAWENTAR – DPRD Kabupaten Blitar menjadikan pandangan umum fraksi sebagai ajang untuk menumpahkan uneg-uneg, masukan dan kritikan demi rakyat. Salah satunya soal pembangunan.
Di tengah bayang-bayang pengurangan dana transfer pusat, dewan berharap eksekutif kreatif dan jeli dalam menangkap potensi pendapatan asli daerah atau PAD. Harapannya dengan PAD yang maksimal, setidaknya menjadi modal untuk mendulang pendapatan demi pembangunan.
Hal itu terungkap pada agenda tahunan yang digelar DPRD Kabupaten Blitar. Dewan menggelar rapat paripurna agenda penyampaian pandangan umum (PU) fraksi terhadap rancangan peraturan daerah tentang RAPBD 2026. Paripurna pandangan umum fraksi digelar pada Selasa malam (04/11/2025).
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua II DPRD kabupaten Blitar Ratna Dewi Nirwana Sari didampingi Wakil Ketua I Muhammad Rifa’i dan Wakil Ketua III Susi Narulita Kumala Dewi.
Agenda yang dihadiri seluruh anggota dewan itu merupakan tindaklanjut dari penyampaian Bupati Blitar pada ranperda 2026.
“Intinya, sinergi antara dewan dan pemkab Blitar terus terjalin. Semuanya untuk rakyat,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Muhammad Rifai.
Dia mengatakan, pada agenda pandangan umum fraksi, seluruh fraksi memanfaatkan kesempatan. Ada lima fraksi yang mengutarakan dengan berbagai pandangan soal anggaran tahun depan.
Lima fraksi itu Fraksi PAN, Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKB, hingga Fraksi Gerakan Persatuan Demokrat. Secara bergantian, fraksi melalui juru bicaranya memaparkan soal pandangan ke depan.
F-PDIP melalui juru bicaranya Aryo Nugroho berharap agar eksekutif dan legislative bersatu padu menjaga stabilitas keuangan dan mempercepat pembangunan.
“Jangan sampai kondisi keuangan yang dikurangi oleh pusat, Pemkab Blitar harus kreatif untuk menggenjot pendapatan asli daerah. Harapannya, anggaran dioptimalkan untuk rakyat,” katanya.
Fraksi PKB melalui juru bicaranya Anugerah Surya juga berharap di tahun 2026 harus lebih baik lagi. Meski efisiensi masih membayangi, eksekutif harus mencari celah untuk bisa memaksimalkan pendapatan asli daerah.
Pasalnya, jika hanya mengandalkan dari pusat, dikhawatirkan pembangunan tak maksimal.
Fraksi Golkar melalui juru bicaranya Ismail Namsa berharap pembangunan digencarkan demi kesejahteraan. Fraksi PAN juru bicaranya Mahfut dan Fraksi Gerakan Persatuan Demokrat juru bicaranya Angga Adi Wangsa Pratama berharap eksekutif dan legislative jalan bersama demi kesejahteraan dan pembangunan.
Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah mengucapkan terimakasih atas saran dari legislative. Masukan-masukan akan jadi pertimbangan nantinya.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.