BLITAR KAWENTAR – Keterbatasan armada dan personel masih menjadi tantangan utama dalam pelayanan pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Blitar.
Hingga saat ini, Damkar Kabupaten Blitar hanya mengandalkan empat unit armada untuk menjangkau wilayah yang cukup luas, termasuk daerah-daerah dengan akses yang relatif jauh dari markas komando.
Kasi Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo menjelaskan, dari total armada yang dimiliki, tiga unit merupakan mobil pemadam kebakaran, sementara satu unit lainnya berfungsi sebagai armada suplai air.
Dengan jumlah tersebut, pelayanan masih harus dioptimalkan, terutama saat terjadi kebakaran atau kondisi darurat secara bersamaan di lokasi yang berbeda.
“Total armada kami ada empat unit, terdiri dari tiga unit pemukul dan satu unit suplai. Untuk personel, saat ini ada 32 anggota yang bertugas,” ujarnya.
Menurut Tedi, jumlah tersebut dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan luas wilayah Kabupaten Blitar dan potensi kejadian kebakaran maupun penyelamatan lainnya.
Karena itu, kebutuhan penambahan baik personel maupun armada terus menjadi perhatian dan sudah berulang kali diajukan ke pemerintah daerah.
Tedi mengungkapkan, pengajuan penambahan armada dilakukan secara rutin setiap tahun. Pada tahun ini, Damkar Kabupaten Blitar kembali mengusulkan penambahan tiga unit armada baru.
Armada yang diajukan meliputi 1 unit damkar, 1 unit suplai air, serta 1 unit rescue untuk penanganan evakuasi dan kondisi nonkebakaran.
“Kami setiap tahun mengajukan penambahan. Tahun ini yang kami ajukan ada tiga armada,” jelasnya.
Dia menambahkan, salah satu alasan utama kebutuhan penambahan armada adalah belum adanya pos dan armada pemadam di wilayah selatan Kabupaten Blitar.
Selama ini, jika terjadi kebakaran di wilayah tersebut, petugas harus bergerak dari markas komando utama yang tentu membutuhkan waktu tempuh lebih lama.
“Karena pos wilayah selatan belum ada armada, selama ini kami masih menunggu kedatangan unit dari mako. Ini tentu berdampak pada kecepatan respons di lapangan,” katanya.
Meski dengan keterbatasan yang ada, Damkar Kabupaten Blitar tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Tedi berharap usulan penambahan armada dan personel dapat segera terealisasi agar pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan di Kabupaten Blitar semakin optimal dan merata di seluruh wilayah. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah