BLITAR KAWENTAR – Seorang pria ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Ponggok pada Selasa (6/1/) siang.
Peristiwa tersebut langsung ditangani aparat kepolisian dari Polsek Ponggok setelah menerima laporan dari perangkat desa setempat.
Dari hasil penyelidikan, diketahui korban sempat menyampaikan pesan bernada perpisahan melalui media sosial (medsos) sehari sebelum kejadian.
Kapolsek Ponggok AKP Tri Muliarso membenarkan adanya peristiwa orang meninggal dunia tersebut. Dia menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB oleh anggota keluarga korban saat berada di dalam rumah. "Saat itu korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa," katanya, Rabu (7/1).
Pihak keluarga kemudian meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Ponggok.
Petugas kepolisian bersama tim identifikasi Polres Blitar Kota, tenaga kesehatan Puskesmas Ponggok, serta perangkat desa segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
"Setelah dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara, korban dinyatakan meninggal dunia," terangnya.
Korban diketahui berinisial S, laki-laki, berusia sekitar 40 tahun, warga Kecamatan Ponggok, yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau dugaan tindak pidana lain pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil pengumpulan bahan keterangan di lapangan, korban diduga mengalami permasalahan pribadi. Pihak kepolisian juga memperoleh informasi, korban sebelumnya pernah menunjukkan perilaku yang mengarah pada upaya mengakhiri hidup.
"Korban juga sempat menyampaikan pesan bernada perpisahan melalui media sosial sehari sebelum kejadian," tuturnya.
Atas permintaan pihak keluarga, jenazah korban tidak dilakukan autopsi. Keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan yang diketahui oleh perangkat desa setempat. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
AKP Tri memastikan proses penanganan berjalan aman dan kondusif. Dia juga mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
"Komunikasi dan kepedulian bersama menjadi penting untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa," tutupnya. (kho/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah