BLITAR KAWENTAR – Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kota Blitar kini tengah berupaya keras mematangkan regenerasi petarung di Bumi Bung Karno.
Sebagai cabang olahraga (cabor) yang tergolong baru, tantangan terbesar yang dihadapi bukan sekadar mencetak medali, melainkan memperluas basis atlet di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya akrab dengan seni bela diri asal Jepang ini.
Ketua Umum PBJI Kota Blitar, Ardan Abadan mengungkapkan, fokus kepengurusan periode 2026-2030 adalah membangun fondasi pembinaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, prestasi tidak boleh hanya menjadi target sesaat, tetapi hasil dari sistem yang tertata.
“Yang ingin kami benahi pertama adalah sistem latihannya. Pembinaan atlet harus berjalan rutin, terukur, dan berjenjang. Tujuannya supaya prestasi tidak putus di satu generasi saja. Kami ingin ada kesinambungan,” tegasnya, Minggu (11/1/2025).
Ardan mengakui perjalanan mengenalkan jujitsu di Kota Blitar memiliki tantangan tersendiri.
Cabor ini baru resmi diperkenalkan secara luas di Kota Blitar pada 2022. Usia yang masih seumur jagung membuat pengurus sempat kesulitan melakukan rekrutmen murid atau atlet baru.
Minimnya literasi masyarakat terkait perbedaan jujitsu dengan bela diri lain menjadi kendala di awal kemunculannya.
Namun, perlahan tapi pasti, sosialisasi yang digencarkan khususnya di sekolah-sekolah mulai membuahkan hasil.
Saat ini, minat masyarakat terutama kalangan pelajar mulai menunjukkan tren positif.
“Awalnya memang sulit karena banyak yang belum tahu apa itu jujitsu. Tapi hari ini, syukurlah perlahan masyarakat mulai mengenal dan banyak yang memutuskan untuk bergabung berlatih,” ungkapnya.
Guna mengasah mental bertanding, PBJI berencana meningkatkan frekuensi jam terbang atlet melalui try out dan kejuaraan terbuka.
Ardan menilai pengalaman di atas matras tidak bisa digantikan hanya dengan latihan rutin di dojo.
“Kalau ingin atlet siap di level provinsi seperti porprov, mereka harus sering bertanding. Jam tanding itulah yang akan kami fokuskan ke depan,” katanya.
Beruntung cabor jujitsu telah mendapat dukungan dari KONI maupun Pemkot Blitar. Salah satunya dukungan fasilitas yang dinilai sangat mumpuni.
Hal ini dibuktikan saat Kota Blitar sukses menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2024 lalu sebagai ajang pemanasan menuju porprov.
Potensi jujitsu Kota Blitar pun tak bisa dipandang sebelah mata.
Meski baru, mereka sudah sering membawa pulang medali dari berbagai turnamen open di luar daerah.
“Kami sangat optimistis untuk porprov mendatang. Dengan potensi yang ada dan dukungan pemerintah yang luar biasa, kami yakin bisa menyumbangkan prestasi gemilang untuk Kota Blitar,” pungkasnya. (sub/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah