BLITAR KAWENTAR – Realisasi investasi di Kabupaten Blitar sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Hingga penutupan awal pelaporan pada 10 Januari lalu, pencapaian investasi telah menyentuh 98,3 persen.
Namun, angka tersebut belum sesuai target karena ada pengusaha yang belum membuat laporan nilai investasinya hingga penutupan buku.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Blitar, Bayu Aji Mariska mengatakan, secara nasional pengumuman realisasi investasi dilakukan pertengahan Januari.
Namun, karena sistem pelaporan sudah ditutup lebih awal, masih ada sejumlah pelaku usaha yang belum sempat menyampaikan laporan kegiatan penanaman modalnya.
“Secara angka kita sudah 98,3 persen, yakni Rp 4.522.715.245.308 dari target Rp 4.590.355.210.826 yang ditetapkan tahun ini.
Sebenarnya masih ada beberapa yang belum melaporkan, sehingga sangat mungkin realisasi kita bisa menembus 100 persen,” ujarnya.
Bayu melanjutkan, di akhir tahun lalu sempat terjadi kendala teknis pada sistem Online Single Submission (OSS).
Gangguan tersebut membuat proses pelaporan investasi sedikit terhambat. Meski demikian, capaian tahun ini tetap melampaui realisasi 2024 yang berada di angka Rp 4,313 triliun. Artinya, terdapat kenaikan sekitar Rp 250 miliar dalam setahun.
Dari komposisi investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih mendominasi.
Terutama sektor non-UMK yang nilainya menembus lebih dari Rp 2 triliun. Sementara sektor UMK jumlahnya cukup banyak, tetapi nilai investasinya relatif kecil per unit usaha. Adapun penanaman modal asing (PMA) juga berkontribusi meski tidak sebesar PMDN.
“Tren kenaikan investasi terlihat dari tingginya aktivitas perizinan. Dalam sehari, rata-rata 50 hingga 100 pemohon datang ke kantor DPMPTSP untuk mengurus izin usaha.
Pelaporan investasi sendiri dilakukan setiap triwulan sehingga akumulasi nilainya terus bertambah sepanjang tahun,” ungkapnya.
Terkait investor baru, Bayu mengakui belum ada tambahan besar dalam waktu dekat.
Namun, dia berencana menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas promosi investasi melalui misi dagang, baik antardaerah, antarpulau, hingga peluang ekspor ke luar negeri.
Selain itu, beberapa waktu lalu sempat ada pembahasan misi dagang dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun hingga kini masih menunggu kabar lebih lanjut dari yang bersangkutan.
“Kami akan berkoordinasi dengan provinsi untuk mendorong misi dagang dan penawaran produk unggulan daerah. Harapannya, investasi ke depan semakin tumbuh dan berdampak pada perekonomian Kabupaten Blitar,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)