Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Potensi Nilai Ekspor Produk UMKM Blitar Menggiurkan, Kendang Jimbe Jadi Kontributor Terbesar

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:00 WIB

‎Nilai Ekspor Daerah Tembus Rp 17 M Kontribusi Terbesar dari Kendang Jimbe
‎Nilai Ekspor Daerah Tembus Rp 17 M Kontribusi Terbesar dari Kendang Jimbe

BLITAR KAWENTAR - Komoditas unggulan Kabupaten Blitar terus menunjukkan kinerja positif di pasar internasional.

Sepanjang 2025, nilai ekspor daerah ini tercatat menembus Rp 17.990.227.397, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka Rp 14,8 miliar (M).

Capaian tersebut didorong oleh sejumlah produk unggulan yang konsisten menembus pasar luar negeri.


‎‎Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi menjelaskan, salah satu kontribusi terbesar nilai ekspor berasal dari komoditas kendang jimbe.

Pada 2025, ekspor kendang jimbe dari pabrik pertama mencatat nilai Rp 12.896.300.780, sementara pabrik kedua menyumbang Rp 2.067.126.061.

"Produk alat musik tradisional tersebut selama ini banyak diekspor ke Tiongkok dan menjadi ikon ekspor kerajinan Kabupaten Blitar," jelasnya.


‎‎Selain kendang jimbe, sektor hasil pertanian dan olahan juga memberikan kontribusi signifikan. Tembakau iris tercatat memiliki nilai ekspor sebesar Rp 1.263.286.285 dengan tujuan ekspor ke Kamboja.

Sementara itu, komoditas furnitur menyumbang nilai ekspor Rp 1.045.450.000 dan dipasarkan ke Amerika Serikat.

‎‎Di sektor lain, tanaman hias asal Kabupaten Blitar juga mampu menembus pasar internasional dengan nilai ekspor Rp 214.753.022.

"Produk tanaman hias diekspor ke Hong Kong dan Singapura, menunjukkan potensi besar sektor hortikultura dalam mendukung ekspor daerah," ungkapnya.


‎‎Darmadi menuturkan, peningkatan nilai ekspor tidak lepas dari upaya pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah.

Salah satunya melalui pelatihan audisi dan inkubasi ekspor. "Program tersebut menjadi kegiatan rutin setiap tahun untuk menyiapkan pelaku usaha agar mampu memenuhi standar ekspor," tuturnya.


‎‎Selain produk kerajinan dan nonpangan, sektor makanan olahan juga mulai difasilitasi untuk masuk pasar ekspor.

Harapannya, semakin banyak pelaku UMKM yang mampu naik kelas dan berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor Kabupaten Blitar.

Dengan komoditas unggulan yang beragam dan pasar tujuan yang terus meluas, Pemkab Blitar optimistis tren peningkatan ekspor dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. (kho/c1/ynu)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Ekspor Kabupaten Blitar #Disperindag kabupaten blitar #Kendang Jimbe Blitar #UMKM Go International #ekonomi kreatif