BLITAR KAWENTAR - Bekerja ke luar negeri masih menjadi pilihan bagi sebagian warga Bumi Bung Karno.
Kondisi ekonomi hingga sempitnya lapangan pekerjaan di dalam negeri menjadi faktor pemicunya.
Data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UM dan Naker) Kota Blitar menyebutkan, dalam kurun Januari hingga Maret 2026, tercatat puluhan warga Kota Blitar memutuskan menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) alias merantau ke luar negeri.
Kepala Dinkop UM dan Naker Kota Blitar, Juyanto, mengungkapkan bahwa sebanyak 59 warga telah berangkat ke luar negeri selama tiga bulan terakhir. Mereka berangkat sesuai prosedur atau resmi.
Baca Juga: Ada Ratusan SPPG di Kabupaten Blitar, tapi Masih Belasan Dapur MBG Kantongi Izin Lengkap
“Mayoritas memilih sektor informal, terutama sebagai asisten rumah tangga,” jelasnya, kemarin (12/4).
Negara tujuan yang paling diminati oleh para PMI masih Hong Kong dan Taiwan.
Kedua negara tersebut dinilai menawarkan peluang kerja yang lebih terbuka dengan penghasilan yang relatif lebih tinggi dibanding sektor formal di dalam negeri.
Menurutnya, keputusan bekerja ke luar negeri tidak lepas dari berbagai faktor.
Baca Juga: Dampak Wabah PMK, Pedagang Daging Sapi di Blitar Keluhkan Penjualan Sepi
Mulai dari kondisi ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, hingga latar belakang pendidikan.
Di samping itu juga faktor peluang kerja yang lebar serta iming-imingi gaji tinggi.
Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh PMI berangkat ke luar negeri secara resmi.
Artinya, mereka pergi merantau bekerja sesuai prosedur dan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan perlindungan hukum serta jaminan ketenagakerjaan.
“Mulai dari kontrak kerja, asuransi, sampai jalur pengaduan sudah disiapkan,” tegasnya.
Baca Juga: Promo Toyota Calya 2026 Masih Gila Setelah Lebaran! Cicilan Mulai Rp1,6 Jutaan, Diskon Tetap Jalan
Dia menambahkan, koordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus dilakukan untuk memastikan kesiapan calon pekerja migran.
Pun, kesiapan seluruh persyaratan administrasinya.
“Di samping itu, menyiapkan mental calon pekerja melalui sejumlah pembekalan sebelum keberangkatan,” pungkasnnya.(bud/c1/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada