Nestapa SDN Tlogo 2 di Blitar ketika Sebagian Lahan Sekolah Jadi Lokasi KDMP, Guru: Kami Bingung Taruh Buku Perpustakaan Dimana
M. Subchan Abdullah• Kamis, 16 April 2026 | 13:59 WIB
MIRIS: DUA SISWA SDN Tlogo 2 berjalan menyusuri pinggir tembok seng tempat pembangunan KDMP di samping sekolahBLITAR KAWENTAR - Hanya pasrah dan patuh. Itulah yang dirasakan para warga SDN Tlogo 2.Itu setelah bupati menyatakan bahwa beberapa ruangan harus dikorbankan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Rp80 Jutaan 2025: Adu Kuat Avanza, Xenia, Livina, Ertiga, hingga Confero, Mana Paling Worth It? Sedikit miris melihat beberapa siswa saat melewati bakal tempat pembangunan KDMP Tlogo yang berada tepat di samping tempat anak-anak belajar.Kini, lokasi tersebut sudah dilingkupi tembok seng dan siap dibangun. Banyak pihak menolak keras pembangunan itu, mulai dari para guru, wali murid, hingga pihak legislatif.
Namun, semua pihak pada akhirnya harus "angkat tangan" dan merelakan pembangunan koperasi desa tersebut di kompleks sekolah."Kami menolak, tapi kalau para pemimpin, bahkan kepala daerah sudah berikan izin, nggak ada yang bisa kami lakukan," keluh salah satu guru yang enggan namanya dikorankan.Ruang perpustakaan, kepala sekolah, dan ruang ekstrakurikuler siswa, jelas pria muda ini, menjadi bagian dari KDMP tersebut.
Lalu, buku-buku di perpustakaan akan diletakkan di mana? Hingga kini, para guru juga masih kebingungan. "Kami juga bingung mau ditaruh di mana. Ruang yang kosong jelas tidak bisa digunakan. Saya sendiri juga bingung," terangnya.Terkait dengan ruang pengganti yang dijanjikan, tutur dia, sampai saat ini tidak realisasi dari janji tersebut.
Apakah akan dibangun lagi atau tidak, dia tidak mengerti terkait kebijakan dari pemerintah daerah. "Kayaknya beberapa waktu lalu sempat akan dibangun ruang pengganti. Tapi, buktinya sampai proses KDMP mau dibangun tidak ada kabar lagi," ungkapnya pasrah.Seorang wali murid mengaku tidak mengerti persoalan pembangunan KDMP.
Menurut dia, selama tidak mengganggu proses belajar putranya, dia tidak mempersoalkan. "Saya orang kecil. Tidak tau masalah itu. Memang terkait KDMP, sempat orang datang ke sekolah untuk melihat, yang penting anak-anak tidak terganggu sekolahnya," akunya.Tapi, kalau nanti seperti ruang perpustakaan dihancurkan, dan ruang lainnya, terus buku-bukunya mau ditaruh di mana?
"Biasanya ruang latihan dipakai anak-anak menari, juga sering mengaji, nanti kegiatan-kegiatan tersebut mau digelar di ruang mana ya," tanya bapak wali murid kelas 3 ini.Dia mendengar pihak sekolah mengeluh terkait kondisi ini.Tapi, tampaknya proses pembangunan tetap jalan.
Dia mempercayakan pendidikan anaknya kepada pihak sekolah. " Kayaknya pihak guru sudah menolak, tapi kok ya pembangunan koperasi tetap jalan. Semoga proses pembangunan tidak mengganggu anak-anak belajar, tapi kalau terganggu ya kasihan anak-anak yang mau fokus belajar," ungkapnya. (*/c1/ady) Editor : Muhammad Adib Falih Rifly