Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Maknai Hari Kartini: Mari Utamakan Literasi Demokrasi Bagi Gen Z

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 14:00 WIB
Nur Ida Fitria menjadi ketua perempuan pertama di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar
Nur Ida Fitria menjadi ketua perempuan pertama di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar

BLITAR KAWENTAR - Nur Ida Fitria menjadi ketua perempuan pertama di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar.

Di tengah dinamika politik yang kerap penuh tekanan, dia mampu membuktikan diri dalam mengawal demokrasi di Bumi Penataran agar  berlangsung  jujur dan adil.

Baca Juga: Nissan Grit Resmi Meluncur Bikin Geger Pasar MPV Murah: Harga Rp 5,6 Jutaan, 7-Seater dengan Fitur Lengkap!

 Ida mampu menunjukkan ketegasan yang dibalut sikap tenang dalam mengawal jalannya demokrasi.

Perannya tak sekadar administratif, tetapi juga dalam menggerakkan seluruh jajaran menjaga integritas pemilu. 

Baca Juga: Nissan Grit Resmi Mengguncang Pasar MPV Murah 2026: 7-Seater Rp 5,6 Jutaan, Fitur Super Lengkap Bikin Kompetitor Ketar-Ketir!

Semangat yang ditunjukkan Ida seolah merefleksikan perjuangan Kartini masa kini.

Dia berdiri di garis depan menjaga keadilan pemilu, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan.

Baca Juga: Nissan Gravite 2026 Siap Mengguncang Pasar MPV Indonesia: Harga Lebih Murah dari Avanza, Fitur Lengkap Bikin Kaget Kompetitor!

Baginya, pengawasan bukan sekadar menindak pelanggaran, melainkan juga mencegahnya sejak awal.

“Di lapangan, perbedaan pendapat itu biasa, namun kepala harus tetap dingin. Sehingga semua tetap menjalani komunikasi yang baik,” ujarnya kepada Koran ini, kemarin (20/4).  

Baca Juga: Refleksi Hari Kartini di Mata Ketua GOW Kota Blitar: Mari Terjang Ranah Publik Tanpa Abaikan Kodrat

Sebelum terjun ke dunia kepemiluan, Ida lebih dulu berkiprah sebagai tenaga pendidik.

Kariernya di dunia pendidikan cukup cemerlang.

Baca Juga: Nissan Gravite 2026 Bikin Geger Pasar MPV Murah: Disebut Lebih Murah dari Avanza, Desain SUV Modern Siap Ubah Peta Persaingan!

Pada 2018, dia dinobatkan sebagai guru teladan.

Selain itu, dia juga pernah menjadi dosen di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar.

Baca Juga: Nissan Swift Otomatis 2026 Bikin Geger Pasar MPV Murah: 7-Seater Rp 8 Jutaan, Fitur Mewah di Kelas Entry Level!

Namun, jalan hidup membawanya ke arah berbeda.

Pada tahun yang sama, Ida dipercaya menjadi komisioner Bawaslu Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Nissan Grafite MPV Murah 2026 Gegerkan Pasar: Harga Rp105 Jutaan, 7-Seater Irit BBM Siap Saingi Avanza!

Keputusan itu tidak mudah.

Dia harus merelakan sertifikasi guru yang telah diraih serta meninggalkan profesinya sebagai pendidik di sekolah dasar.

Baca Juga: Nissan Grafit 2026 Gegerkan Pasar LMPV Indonesia: MPV 7-Seater Rp 140 Jutaan Siap Hantam Avanza dan Sigra!

“Menjadi pengawas tidak harus memiliki latar belakang pendidikan hukum, pendidikan juga penting untuk mencegah pelanggaran-pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Meski begitu, kecintaannya pada dunia pendidikan tidak pernah padam.

Baca Juga: Kepala Puskesmas Kepanjenkidul Blitar Memaknai Hari Kartini Momentum untuk Berjuang Tuntaskan Kasus Kematian Ibu hingga Nol

Justru, latar belakang tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai pengawas pemilu.

Ida mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat agar kesadaran politik semakin meningkat.

Baca Juga: Nissan March vs Brio Jadi Perdebatan Panas: Mobil Lama Ini Ternyata Punya Keunggulan Tak Terduga di Kenyamanan Kabin!

Dengan pengalaman dan perspektifnya, Ida tak hanya hadir sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai pendidik demokrasi.

Dia ingin masyarakat tidak sekadar menjadi pemilih, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kualitas pemilu.

Baca Juga: Nissan Gravite 2026 Siap Guncang Pasar Low MPV, Jadi Penantang Serius Avanza dengan Desain Futuristis dan Fitur Melimpah

"Saat ini, kami getol menggaungkan literasi demokrasi. Utamanya bagi gen Z, agar demokrasi kita ke depan kian baik," beber ibu dua putri ini.

Di tangan Ida, semangat Kartini menemukan bentuk baru bukan lagi sekadar emansipasi, melainkan juga keberanian menjaga keadilan di ruang publik.(jar/c1/sub)

Editor : Muhammad Adib Falih Rifly
ketua perempuan pertama blitar ketua bawaslu Nur Ida Fitria