BLITAR KAWENTAR - Merespon tingginya populasi kucing di Kabupaten Blitar, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar menggelar sterilisasi atau kastrasi kucing secara gratis, Jumat (24/4).
Namun ada beberapa kucing harus ditunda dan ditolak, karena dalam kondisi kurang sehat.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas, mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mengendalikan populasi kucing liar yang kian meningkat.
Kastrasi yang berlangsung pada 22–24 April ini menyasar kucing liar, khususnya yang berada di kawasan pasar.
Baca Juga: Jelang Keberangkatan Haji, CJH Gandusari Blitar Mulai Jalani Vaksinasi Polio
”Selama tiga hari pelaksanaan, kami menargetkan dan berhasil melakukan kastrasi pada sekitar 50 kucing jantan. Kegiatan ini dalam rangka memperingati World Veterinary Day 2026. Selain itu, bentuk kepedulian kami terhadap kesejahteraan hewan sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat,” ujar Lusia.
Dia melanjutkan, tidak semua kucing yang dibawa masyarakat bisa langsung menjalani tindakan sterilisasi.
Tim medis harus memastikan kondisi hewan benar-benar sehat sebelum dilakukan operasi.
Beberapa kucing ditolak oleh petugas medis, karena mengalami demam di atas 39,2 derajat Celsius atau memiliki penyakit kulit seperti scabies yang masih dalam tahap pengobatan.
Baca Juga: Dilema Sistem Zonasi Sekolah di Surabaya: Antara Pemerataan Akses dan Ketimpangan Pendidikan
Jika tetap dipaksakan, justru berisiko pada proses penyembuhannya.
”Hanya kucing dengan kondisi prima, aktif, serta memiliki nafsu makan baik yang bisa menjalani tindakan kastrasi. Hal ini penting untuk menghindari komplikasi pascaoperasi,” ungkapnya.
Meski begitu, masyarakat tidak perlu khawatir.
Kucing yang belum memenuhi syarat tetap berpeluang mengikuti sterilisasi di kesempatan berikutnya.
Tentu pada acara yang sama dan kondisinya sudah membaik untuk langsung ditangani.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi.
Banyak warga yang berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar.
Menanggapi hal tersebut, Disnakkan Kabupaten Blitar telah menjadwalkan tiga kali kegiatan sterilisasi sepanjang tahun 2026.
Sterilisasi kucing ini lebih dari sekadar program kesehatan hewan dan menjadi refleksi kepedulian terhadap makhluk hidup.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bagian dari menjaga keseimbangan lingkungan.
”Selain peringatan World Veterinary Day, kami juga akan mengadakan pada momen Hari Jadi Kabupaten Blitar dan World Rabies Day. Informasinya nanti kami sampaikan melalui media sosial resmi,” pungkasnya.(jar/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada