MOCH. LUKI AZHARI/RADAR BLITAR
DITUTUP: Suasana salah satu sudut Sumber Udel yang kini tutup. Revitalisasi Rp 2 M diharapkan mampu menghidupkan kembali wisata legendaris ini.
BLITAR KAWENTAR - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengucurkan anggaran miliaran rupiah untuk revitalisasi Wisata Air Sumber Udel mendapat sorotan tajam dari legislatif. DPRD Kota Blitar meminta perencanaan dilakukan secara matang agar investasi tersebut benar-benar berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD).
Anggota Pansus LKPJ DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi menegaskan, anggaran Rp 2 miliar bukanlah angka yang kecil. Dia meminta pmkot tidak sekadar melakukan perbaikan fisik bangunan, tetapi juga inovasi fasilitas yang mampu menarik minat pengunjung di tengah persaingan wisata air yang kian ketat.
"Kita lihat di sekitar Kota Blitar, khususnya di wilayah Kabupaten, banyak wisata air yang ramai. Padahal, Sumber Udel ini mulainya lebih awal. Maka dari itu, jangan hanya revitalisasi bangunan saja, tapi fasilitas bermain anak dan kenyamanan parkir harus ditambah. Ini PR bersama. Jangan asal habiskan anggaran," katanya, Selasa (13/5).
Politikus PPP ini turut menyoroti rencana pengelolaan oleh pihak ketiga. Dia mengingatkan pemerintah untuk menghitung secara cermat aspek return of investment (RoI) atau pengembalian modal. Menurutnya, skema kontrak dengan pihak swasta harus menguntungkan daerah secara finansial.
"Harus dihitung betul antara anggaran yang dikeluarkan dengan pemasukan yang didapat. Jangan sampai kita biayai Rp 2 miliar, tapi setoran tahunan dari pihak ketiga misalnya hanya Rp 200 juta. Kalau dihitung dengan inflasi, itu rugi. Jadi, hitungan bisnisnya harus masuk," tambahnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar Rike Rochmawati menyatakan bahwa saat ini memang masih dalam tahap pematangan rencana.
Dia menjelaskan, anggaran Rp 2 miliar tersebut memang diprioritaskan untuk memperbaiki fasilitas yang sudah mengalami penurunan kualitas demi meningkatkan kenyamanan pengunjung.
"Sekarang masih proses perencanaan. Dana tersebut nantinya difokuskan untuk pembenahan seperti waterboom, keramik lantai kolam, tribun, hingga jembatan di area kolam. Intinya untuk memperindah dan memperbaiki kondisi wisata air tersebut," ujarnya.
Terkait skema pengelolaan, Rike membenarkan bahwa ke depan Sumber Udel diproyeksikan akan dikelola oleh pihak ketiga. Langkah ini diharapkan menjadi jalan tengah untuk optimalisasi perawatan sekaligus profesionalitas layanan di salah satu aset wisata andalan Kota Blitar tersebut.(mg1/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah