Oleh: Tan Ngi Hing, S.Sos, Ketua DPD II HIP-BK Kota Blitar
BLITAR KAWENTAR - Generasi muda saat ini memandang pemikiran Bung Karno sebagai inspirasi yang sangat relevan pada zaman sekarang, khususnya terkait nilai-nilai nasionalisme, *nation and character building*, dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Pemikiran Bung Karno sangat visioner; gagasan-gagasan beliau terpusat pada nasionalisme inklusif, kemandirian bangsa, dan persaudaraan dunia. Nasionalisme Bung Karno bukanlah chauvinisme (kebangsaan yang mengagungkan dirinya sendiri secara ekstrem), melainkan pandangan bahwa Bangsa Indonesia harus merdeka dan berdaulat.
Pancasila bagi Bung Karno merupakan alat pemersatu bangsa yang majemuk serta dirumuskan sebagai ideologi geopolitik untuk membangun tata dunia baru yang bebas dari kolonialisme. Demokrasi yang beliau gagas adalah demokrasi yang berakar pada kepribadian bangsa, yakni musyawarah dan mufakat. Hal inilah yang menjadikan rumah besar yang bernama Indonesia—meskipun terdiri dari beribu-ribu pulau dan bermacam-macam suku bangsa—tetap kuat dan bersatu.
Tanggal 1 Juni diperingati oleh Bangsa Indonesia sebagai hari lahirnya Pancasila, yang merupakan momentum penting dalam sejarah perjalanan bangsa. Penetapan hari lahir Pancasila sebagai hari libur nasional secara resmi dilakukan pada tahun 2016 oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo melalui Keputusan Presiden (KEPRES) No. 24 Tahun 2016. Sejak saat itu, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi ajakan untuk terus mempererat persatuan, menghargai perbedaan, dan membangun Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat.
Oleh sebab itu, pandangan kami terkait sosok Bung Karno adalah beliau menanamkan bahwa Indonesia dibangun atas dasar persatuan seluruh elemen masyarakat, bukan milik golongan tertentu. Hal ini sangat ampuh untuk membendung ancaman intoleransi dan menjaga keutuhan NKRI dari Sabang sampai Merauke. Kami tidak hanya melihat Pancasila sebagai hapalan dasar negara, tetapi sebagai intisari jiwa bangsa yang terus hidup dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Kami sangat berharap kepada para generasi muda untuk selalu meningkatkan literasi dengan mengunjungi dan memberdayakan perpustakaan di manapun berada. Kita semua harus cerdas dalam memilih dan memilah informasi sehingga tidak terjebak kepada informasi yang menyesatkan dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca Juga: Sensasi Berwisata Kuliner Ikan Segar di Pantai Tambakrejo Blitar
Sebagai generasi penerus perjuangan pendiri bangsa, kita harus tetap semangat belajar demi meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Literasi sejarah sangat penting bagi generasi masa kini karena dengan sejarah kita bisa mengenal perjuangan para tokoh pendiri bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Bung Karno telah meninggalkan banyak catatan penting berupa pemikiran-pemikiran tentang nasionalisme yang sampai sekarang masih sangat relevan, di antaranya Pancasila dan revolusi mental yang menjadi karakter bangsa Indonesia. *"JAS MERAH... JANGAN SEKALI-KALI MENINGGALKAN SEJARAH...!!!"* adalah salah satu wasiat Bung Karno. Merdeka...!!! (*)
Editor : M. Subchan Abdullah