BLITAR KAWENTAR - Kuliner tradisional khas Blitar terus bertahan di tengah gempuran makanan modern. Salah satunya adalah Blendi Tewel Liembok yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Warung ini menjadi tujuan pencinta kuliner tradisional yang ingin menikmati olahan tewel dengan cita rasa autentik.
Usaha yang kini dikelola Sekar tersebut telah berdiri sejak 2013 dan merupakan usaha keluarga yang telah memasuki generasi ketiga.
Baca Juga: Konsumsi Daging Jangan Berlebihan Jika Tidak Ingin Terkena Gangguan Penyakit Ini
Dengan mempertahankan resep turun-temurun, Blendi Tewel Liembok berhasil menjaga kelezatan dan keunikan rasa yang menjadi ciri khasnya.
Warung ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, kecuali hari Kamis. Harga yang ditawarkan pun cukup ramah di kantong, yakni berkisar antara Rp 8 ribu hingga Rp 15 ribu per porsi.
Menurut Sekar selaku owner, proses memasak blendi tewel tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu hingga 12 jam agar bumbu benar-benar meresap dan menghasilkan tekstur yang lembut.
Baca Juga: Semangat Pemuda Kota Blitar Lestarikan Usaha Batik Keluarga
Selain itu, pemilihan bahan baku juga menjadi kunci utama kelezatan menu andalannya.
”Bahan bakunya harus menggunakan tewel merah dan dicampur dengan ayam kampung supaya aromanya lebih menggoda dan rasanya semakin khas,” jelas Sekar.
Proses memasak yang panjang serta pemilihan bahan berkualitas tersebut menjadi alasan mengapa cita rasa Blendi Tewel Liembok mampu mempertahankan pelanggan setianya hingga sekarang.(arm/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari