Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkot Salurkan Ribuan Paket Tambahan Gizi Bagi Bumil, Satu Warga Alami Alergi

Noormalady Usman • Senin, 22 Juni 2026 | 11:17 WIB
Salurkan 1.300 Paket Berkah Bumil
Satu Bumil Alergi Telur
Salurkan 1.300 Paket Berkah Bumil Satu Bumil Alergi Telur

BLITAR KAWENTAR - Program Berkah Bumil yang dijalankan Pemerintah Kota Blitar terus berjalan hingga pertengahan tahun ini. Sejak penyaluran perdana pada April lalu, sebanyak 1.300 paket bantuan telah diterima oleh ibu hamil (bumil) yang menjadi sasaran program.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini mengatakan, bantuan tersebut diberikan kepada bumil yang berdomisili di Kota Blitar dan masuk dalam cakupan program kesehatan ibu dan anak. “Dari distribusi awal tahun bulan April sampai sekarang sekitar 1.300 paket sudah diterima. Rata-rata setiap bulan kurang lebih 460 penerima,” ujarnya, Jumat (19/6).

Program Berkah Bumil tidak hanya berisi telur, tetapi juga dilengkapi susu bumil serta pendampingan dan pemantauan kesehatan selama masa kehamilan. Dinas kesehatan juga melibatkan kader kesehatan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh para penerima. “Di dalam program ini ada telur, susu bumil, kemudian pembinaan serta administrasi yang harus disiapkan untuk pemantauan dan evaluasi. Jadi, ada kader yang ikut mengawasi,” jelasnya.

Baca Juga: Rapel Gaji Pensiunan 2026 Dikabarkan Cair 22-25 Juni, PT Taspen Beri Penegasan Penting yang Wajib Diketahui ASN, TNI, dan Polri

Menurut Dissie, program tersebut diberikan kepada seluruh bumil tanpa membedakan kondisi gizinya. Sebab, selama masa kehamilan setiap ibu berpotensi mengalami perubahan kondisi kesehatan yang memengaruhi kebutuhan gizi. “Baik yang kurang gizi maupun yang sudah cukup tetap mendapatkan program ini. Dalam proses kehamilan bisa saja muncul kondisi tertentu yang memengaruhi kebutuhan nutrisi ibu,” katanya.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak selalu berjalan mulus. Dinas kesehatan mencatat terdapat satu penerima yang harus dihentikan dari program karena mengalami alergi telur.

Dissie menjelaskan, penghentian bantuan dilakukan setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan rekomendasi tenaga medis. Langkah tersebut diambil untuk menghindari risiko kesehatan yang lebih besar bagi bumil. “Sudah ada satu kasus yang dalam perjalanannya ternyata memiliki faktor alergi telur. Karena tidak direkomendasikan untuk meneruskan pemberian tersebut, akhirnya program dihentikan untuk yang bersangkutan,” ungkapnya.

Baca Juga: Trayek Baru Bus Sekolah Kesamben-Doko di Blitar Diminati, Dishub: Okupansi Meningkat

Dia menegaskan, keputusan penghentian bantuan tidak dilakukan secara sepihak ataupun hanya berdasarkan keluhan penerima. Petugas kesehatan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi yang dialami bumil. “Kita pastikan secara objektif melalui pemeriksaan kesehatan. Jadi tidak serta-merta berdasarkan pengakuan saja, tetapi memang ada rekomendasi dari tenaga medis,” tegasnya. (bud/c1/ady)

Editor : Regina Gavin Agata
#ribuan paket #alergi #bumil #pemkot #gizi