BLITAR KAWENTAR – Progres pembangunan Pasar Kesamben di Kabupaten Blitar terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi pembangunan pasar yang sempat terbakar itu telah mencapai 32,935 persen, melampaui target awal yang telah ditetapkan. Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal pada Desember 2026.
Percepatan pembangunan Pasar Kesamben menjadi salah satu fokus pemerintah agar para pedagang yang saat ini masih menempati lokasi relokasi sementara dapat segera kembali beraktivitas di bangunan baru yang lebih representatif.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar Darmadi mengatakan, progres pembangunan diketahui setelah dirinya bersama Komisi II DPRD Kabupaten Blitar melakukan monitoring dan evaluasi ke lokasi proyek pada Rabu pekan lalu. Berdasarkan pemaparan dari tim Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Prasarana Permukiman (BPP) Provinsi Jawa Timur selaku pelaksana proyek dari Kementerian PUPR, pengerjaan berjalan sesuai rencana bahkan melebihi target.
"Realisasi progres fisik saat ini telah mencapai 32,935 persen atau surplus sekitar 0,776 persen dibanding target awal," ujar Darmadi.
Pengerjaan Dipercepat
Menurut Darmadi, capaian tersebut diperoleh berkat strategi percepatan pembangunan yang difokuskan pada penyelesaian struktur bangunan lantai dua serta pemantapan instalasi mekanikal dan elektrikal di lantai dasar.
Baca Juga: Pelaku Usaha Laundry Beralih ke LPG 5,5 Kg, Pemprov Jatim Perketat Pengawasan LPG 3 Kg Bersubsidi
Langkah percepatan itu dilakukan agar seluruh tahapan pembangunan tetap berada pada jalur yang telah ditentukan. Dengan demikian, target penyelesaian pada akhir tahun depan diyakini dapat tercapai tanpa kendala berarti.
Konsep Semi Modern
Pasar Kesamben yang baru nantinya mengusung konsep perpaduan antara pasar tradisional dan pasar modern. Bangunan dua lantai tersebut dirancang mampu menampung 755 lapak pedagang dengan pembagian zona yang telah disusun Disperindag Kabupaten Blitar.
Lantai dasar akan difungsikan sebagai area pasar tradisional sekaligus pasar pagi. Sementara lantai dua disiapkan untuk pusat kuliner, fashion, serta berbagai komoditas lainnya sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata.
Selain menyediakan ruang usaha yang lebih luas, pasar ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti ruang laktasi, musala, area parkir yang memadai, hingga sistem hidran sebagai sarana antisipasi kebakaran.
Darmadi menjelaskan, kapasitas 755 lapak memang lebih besar dibanding jumlah pedagang aktif saat ini. Hal tersebut disebabkan pada pendataan awal ditemukan sejumlah pedagang yang memiliki lebih dari satu kios maupun lapak.
Dengan kapasitas tersebut, pemerintah berharap seluruh pedagang dapat tertampung secara layak tanpa harus berebut tempat ketika pasar mulai beroperasi nanti.
Baca Juga: Sejarah Ir Soekarno: Dari Kusno Sosrodiharjo, Kisah Asmara, hingga Pengasingan Pilu di Wismayaso
Diharapkan Pulihkan Ekonomi
Pembangunan Pasar Kesamben merupakan proyek yang dibiayai pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Proyek ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada Desember 2026.
Pemerintah Kabupaten Blitar berharap pembangunan dapat rampung tepat waktu sehingga pedagang yang selama ini menempati tempat relokasi darurat bisa segera kembali berdagang di lokasi permanen.
Harapan tersebut juga didasari kondisi ekonomi para pedagang yang dinilai mengalami perlambatan akibat menurunnya daya beli masyarakat selama berjualan di lokasi sementara.
"Harapan kami pasar ini segera selesai agar aktivitas jual beli kembali normal. Dengan fasilitas baru yang lebih layak dan nyaman, kami optimistis perekonomian di wilayah Blitar Timur, khususnya Kesamben dan sekitarnya, akan kembali bergairah," pungkas Darmadi.
Keberadaan pasar baru itu diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan yang lebih modern, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Blitar Timur. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, keamanan yang lebih baik, serta tata ruang yang tertata, Pasar Kesamben diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Editor : Regina Gavin Agata